Senin, 22 Juni 2015

Terus Berharap Melihatmu Sampai Akhir

Disinilah kita, di tempat yang jauh dari rumah. Kulihat kau dari sudut mataku, kau sedang berbincang dengan gadis lain. Dia menanyakanmu apa kau bisa dengan tugasmu. Suara berat mu sangat lah memesona. Aku bertanya-tanya pada awan yang sedang bergerak itu, tentang perasaanku yang sangat gila dan aneh. Mereka seakan berkata padaku, 'Kau sudah gila sejak awal. Dan kau harus memilikinya.'

Kau begitu merasuki pikiranmu dan semua mimpiku begitu indah sampai aku sulit terbangun. Teringat percakapan kita, tentang bagaimana aku menjadi biro jodoh antara kau dan gadis itu. Aku bahkan tak peduli dengan apa yang kutahu, karena aku sangat tersihir sekarang. Jadi, kumohon jangan pernah mencabut mantra ini, ataupun menggantinya dengan sihir lain!

Meski terasa sangat aneh, tapi aku begitu bahagia mengetahui perasaan ini. Aku tak butuh kau untuk menjadi milikku, yang kubutuhkan adalah kau selalu tetap sama. Jangan menerima siapapun, jangan menaruh perasaanmu pada yang lain! Karena aku tahu aku lah yang akan menangis, kumohon jangan memberi apapun kepada mereka!

Aku sangat ingin bersamamu tapi kutahu bukan hari ini. Perasaan yang labil ini hanya akan terus menyakitimu. Api ini masih sangat kecil dan aku perlu sedikit rintangan. Sensasi roller coaster adalah yang terbaik dari yang ada, masih terus kutatap ponsel ku menunggu nama itu muncul di layar kecil itu. Aku hanya ingin mengatakan padamu aku sangat sangat sangat menyukaimu.

Entah kapan ini akan berakhir, meski takkan lama ini menetap tapi aku terus berharap melihatmu sampai akhir. Aku tak butuh bertanya apa kau juga menyukaiku. Yang kubutuhkan adalah tetaplah dalam jangkauanku. Ini adalah waktu yang baik untuk hal yang baik. Cinta ini mungkin akan terus membunuhku, menggoroti detak jantungku, menghisap darah yang ada di dalam diriku, tapi siapa yang akan peduli? Kau membuatku kehilangan kontrol, seperti de javu. Setiap gambaran yang kulihat adalah dirimu.

Benar-benar tak ingin melepasmu. Meski bukan milikku, aku sama sekali tidak ingin kehilangan sedikitpun. Kumohon, biarkan ego ini menang kali ini! Aku benar-benar mabuk kali ini. Percikan api itu telah memenuhiku, memicu darahku untuk terus mengalir dengan cepat. Aku benci saat aku merindukanmu, itu bagian yang sangat menyiksa.

Aku bisa menjanjikan mu apapun. Takkan kubiarkan siapapun mengubah alur ini bahkan jika itu adalah aku. Aku tak butuh perkembangan dalam hubungan yang terlihat ini, seseorang pernah bilang berlebihan itu tidak baik. Aku hanya ingin terus seperti ini bahkan meski kau tak pernah melihat perasaanku. Aku tersenyum sepanjang hari, mungkin mereka bilang aku gila. Aku tak ingin hal lain selain kau. Tunggulah sebentar saja sampai aku ingin memilikimu dalam status yang selalu mereka bicarakan!
Monday, June 22, 2015
12:29 AM

Aku sungguh tak suka kau berbicara pada wanita lain. Meski tak ada yang spesial yang ada di dalam dirimu tapi kurasa api itu telah membakarku. Aku begitu gerah saat kau tidak ada, aku butuh kau untuk mendinginkannya. Kau terlihat begitu sempurna dengan topi yang menutupi rambutmu. Tulisan ini terus mengalir mengiringi setiap nada yang ada di dalam diriku.

Drum pun mulai berdentang. Aku tak ingin jauh darimu, dan aku tak berniat untuk dekat denganmu. Aku tahu aku mulai tidak waras. Aku tak butuh obat jika penyakit itu adalah dirimu. Hidungmu itu sangatlah menarik, bahkan aku terus terjaga kali ini. Tak ingin sedikitpun terlelap karena mereka tak pernah membuatmu menjadi mimpi di dalam tidurku.

Hatiku serapuh salju dan terkadang sekeras batu. Aku terus mengabaikan siapapun tapi akan kuperbolehkan jika kau adalah penambang yang dapat melunakkan sikapku. Setiap kau berjalan, berkeliling, menatap lurus yang ada di hadapanmu, kupikir aku tak membutuhkan apapun lagi. Kuharap kau mau bersamaku meski mereka jelas menolak. Aku tak peduli dengan dia yang menyukai mu terlebih dahulu. Aku takkan menyalahkan diriku yang mencintai orang yang salah lagi karena kutahu cinta tak mudah ditebak.

Temui aku di dalam guyuran hujan! Teruslah tatap mataku dan jangan melihat yang lain! Karena perasaan ini sangat menghantuiku tapi bukannya merasa takut, aku malah merasa menjadi diriku yang dulu. Yang mudah bahagia dengan hal kecil seperti ini, yang mudah terpercik api cinta dalam beberapa waktu. Kurasa kita memang harus ditakdirkan bersama.

Aku tahu sesekali kau memperhatikanku, melihat ulahku, dan tertawa karena leluconku. Kumohon jangan kau tolak lagi perasaan itu! Putuskan saja bahwa kau memang benar menyukaiku! Aku tidak peduli ini cinta sejati ataupun cinta monyet belaka. Aku tak pernah merasa segembira ini saat mengetahui perasaanku. Aku telah mengelilingi banyak tempat gelap dan kurasa kaulah satu-satunya sinar yang menyilaukanku.

Kupikir aku harus menulis lagu untukmu. Aku tidak perlu menceritakan yang lain, aku hanya ingin mengutarakan debaran ini. Terasa sulit bernapas, tapi kurasa itulah waktu yang sangat menenangkan. Inilah jawabanku tentang mereka yang selalu berlebihan terhadap cinta. Ternyata semua irama ini membuat mereka gila dengan perasaannya.

Inilah aku yang terus berharap, aku akan terus melihatmu, mendengarmu, karena segalanya tak bisa memalingkanku sekarang. Meski pasti ada waktu kadaluwarsa, kupukir inilah waktu yang bagus untuk terus berharap sebelum semuanya pergi berlalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar