Lama tak
bertemu, mungkin hatiku sedang menunggumu. Gadis itu datang lagi padaku,
menceritakan semua harinya yang telah berlalu. Kupikir dia akan bercerita
tentang dirimu yang masih menjadi harapannya, tapi apa kali ini?
Dia menceritakan kekasihnya yang marah karena kecemburuannya padamu, dan dia bilang dia takkan berjuang untukmu lagi. Dan seharusnya aku merasa bahagia karena itu, tapi perasaan sulit ditebak, bukan? Aku malah memikirkan pria lain dan tak berniat sedikitpun untuk mulai mengejarmu. Disaat gadis itu sudah tak menjadi penghalangku menuju ke arahmu, pria itu malah memenuhi otakku dan membuatku melupakanmu.
Bahkan saat melihatmu, getaran itu menjadi sangat kecil dari sebelumnya. Aku hanya tak tahu kemana harus kutuju. Semua seperti jalan ke neraka. Bahkan saat motormu melaju dan kau melirikku, kenapa rasanya sangat berbeda? Ada sesuatu yang janggal, tapi sepertinya itu adalah hal yang baik.
Sulit untuk memantapkan hati tapi hari ini telah kulakukan semua itu. Pikiran itu bukan lagi tentangmu. Impian itu bukan lagi untukmu. Dulu perasaan itu begitu besar, namun saat ini hanya menjadi butiran pasir yang mulai mengudara bersama angin.
Lagu yang dulunya untukmu, sekarang berpaling menjadi untuknya. Tapi yang kutahu adalah bahwa keduanya sama saja seperti kebebasan yang sangat terkutuk. Pantaskah aku memikirkan akhir yang bahagia? Hanya Tuhan yang tahu kepada siapa aku mencinta. Semua seakan menjadi kabar buruk tapi jujur aku sangat menikmatinya. Entahlah, aku mulai menyukai semua alur ini. Meski aku tahu pada akhirnya akulah yang menangis karena tindakanku, tapi entah kenapa aku tak pernah merasa bersalah.
Tak diragukan bahwa hatiku ini suka berubah, bahkan untuk sebanding dengan musim, kurasa itu tidak akan pernah bisa. Hanya seperti siang dan malam, dan takkan pernah bisa berubah. Meski terkesan murahan tapi siapa yang peduli? Inilah hidupku dan kenyataannya aku memang mudah bosan.
Dan segala perasaan ini sangatlah sebanding. Yang jelas aku tidak menyakiti siapapun karena tak bisa kuberitahu hal ini kepada siapapun. Hidupku yang sungguh santai ini, aku bahkan tak berniat berkencan dengan siapapun. Aku hanya ingin menyukai mereka dalam kebebasanku. Mereka seperti baju yang terus kuganti setiap waktu berganti. Dan kurasa baju takkan pernah merasa sedih saat dia sudah tak dipakai lagi .
Karena aku menyukai apapun tanpa berniat jatuh cinta pada siapapun. Aku tak ingin mengubah apapun karena yang akan selalu kulakukan di akhir adalah menendang mereka tepat di gawang. Aku tahu bahwa aku akan selalu mendapatkan skorku. Dan mereka hanya akan menjadi daftar perasaan yang kuacuhkan.
Dia menceritakan kekasihnya yang marah karena kecemburuannya padamu, dan dia bilang dia takkan berjuang untukmu lagi. Dan seharusnya aku merasa bahagia karena itu, tapi perasaan sulit ditebak, bukan? Aku malah memikirkan pria lain dan tak berniat sedikitpun untuk mulai mengejarmu. Disaat gadis itu sudah tak menjadi penghalangku menuju ke arahmu, pria itu malah memenuhi otakku dan membuatku melupakanmu.
Bahkan saat melihatmu, getaran itu menjadi sangat kecil dari sebelumnya. Aku hanya tak tahu kemana harus kutuju. Semua seperti jalan ke neraka. Bahkan saat motormu melaju dan kau melirikku, kenapa rasanya sangat berbeda? Ada sesuatu yang janggal, tapi sepertinya itu adalah hal yang baik.
Sulit untuk memantapkan hati tapi hari ini telah kulakukan semua itu. Pikiran itu bukan lagi tentangmu. Impian itu bukan lagi untukmu. Dulu perasaan itu begitu besar, namun saat ini hanya menjadi butiran pasir yang mulai mengudara bersama angin.
Lagu yang dulunya untukmu, sekarang berpaling menjadi untuknya. Tapi yang kutahu adalah bahwa keduanya sama saja seperti kebebasan yang sangat terkutuk. Pantaskah aku memikirkan akhir yang bahagia? Hanya Tuhan yang tahu kepada siapa aku mencinta. Semua seakan menjadi kabar buruk tapi jujur aku sangat menikmatinya. Entahlah, aku mulai menyukai semua alur ini. Meski aku tahu pada akhirnya akulah yang menangis karena tindakanku, tapi entah kenapa aku tak pernah merasa bersalah.
Tak diragukan bahwa hatiku ini suka berubah, bahkan untuk sebanding dengan musim, kurasa itu tidak akan pernah bisa. Hanya seperti siang dan malam, dan takkan pernah bisa berubah. Meski terkesan murahan tapi siapa yang peduli? Inilah hidupku dan kenyataannya aku memang mudah bosan.
Dan segala perasaan ini sangatlah sebanding. Yang jelas aku tidak menyakiti siapapun karena tak bisa kuberitahu hal ini kepada siapapun. Hidupku yang sungguh santai ini, aku bahkan tak berniat berkencan dengan siapapun. Aku hanya ingin menyukai mereka dalam kebebasanku. Mereka seperti baju yang terus kuganti setiap waktu berganti. Dan kurasa baju takkan pernah merasa sedih saat dia sudah tak dipakai lagi .
Karena aku menyukai apapun tanpa berniat jatuh cinta pada siapapun. Aku tak ingin mengubah apapun karena yang akan selalu kulakukan di akhir adalah menendang mereka tepat di gawang. Aku tahu bahwa aku akan selalu mendapatkan skorku. Dan mereka hanya akan menjadi daftar perasaan yang kuacuhkan.