Sungguh
menjadi warna terkelam saat semuanya benar-benar menusuk relung hatiku. Dulu
kupikir, rasa ini akan secepatnya musnah tapi lihat sekarang! Aku mendekat
kembali, menggali makamku sendiri. Aku mencintaimu, itulah yang sulit
kukatakan. Dan aku sungguh membenci semua gadis yang mengejarmu, itulah yang
sulit kuterima.
Sahabatku sangatlah menyukaimu. Setiap hari telingaku terbakar karena semua ceritanya tentangmu. Tak tahu harus bagaimana saat dia meminta cara dariku tuk mendekatimu. Aku tahu cinta tak dapat dipaksa, dan kupikir inilah saatnya untuk menyerah. Mencoba melepaskan sesuatu yang tak pernah kumiliki. Mencoba berbalik darimu, yang terus membuatku semakin rapuh.
Bagaimana caraku tuk mengatakan padamu bahwa aku sungguh sangat cinta, saat kau dan dia tak pernah mengijinkan ku tuk melakukannya? Bagaimana bisa perasaan ini menguat saat yang diberikan oleh cinta hanyalah sakit dari cinta yang bertepuk sebelah tangan? Aku selalu berkorban dan aku selalu menjadi korban ketidakadilan cinta. Mungkin bukan sekarang, tapi kuharus menunggu sampai kapan? Sungguh aku lelah tapi cinta ini terus mengikutiku seperti bayangan kelam.
Katakan saja bahwa semua ucapanmu memang untuknya. Jangan meragu, karena aku akan terus mendukungmu meski itu sungguh menyiksa. Akan terus kusakiti diriku agar kau bisa bersamanya. Suatu hari aku akan menertawakan ketidakwarasanku saat memperjuangkan cinta yang begitu dalam. Aku tidak baik-baik saja, tapi siapa yang peduli? Aku bahkan sungguh tak peduli. Yang kupedulikan adalah ceritamu, dramamu bersamanya yang membuka luka baru di hatiku.
Akan kucoba melupakan cinta bodoh yang menyakitkan ini. Aku akan membuka lebar-lebar mataku agar cinta tak sedikitpun membutakanku. Setiap hari akan kukutuk hatiku yang telah berani memendam rasa padamu. Aku sangat putus asa dan rasa ku ini seperti bayangan di dalam kegelapan, tak pernah kau lihat, tak pernah kau perhatikan. Selamat tinggal untuk perasaanku yang menyakitkan! Selamat tinggal untukmu yang tak pernah bisa kugapai.
Sahabatku sangatlah menyukaimu. Setiap hari telingaku terbakar karena semua ceritanya tentangmu. Tak tahu harus bagaimana saat dia meminta cara dariku tuk mendekatimu. Aku tahu cinta tak dapat dipaksa, dan kupikir inilah saatnya untuk menyerah. Mencoba melepaskan sesuatu yang tak pernah kumiliki. Mencoba berbalik darimu, yang terus membuatku semakin rapuh.
Bagaimana caraku tuk mengatakan padamu bahwa aku sungguh sangat cinta, saat kau dan dia tak pernah mengijinkan ku tuk melakukannya? Bagaimana bisa perasaan ini menguat saat yang diberikan oleh cinta hanyalah sakit dari cinta yang bertepuk sebelah tangan? Aku selalu berkorban dan aku selalu menjadi korban ketidakadilan cinta. Mungkin bukan sekarang, tapi kuharus menunggu sampai kapan? Sungguh aku lelah tapi cinta ini terus mengikutiku seperti bayangan kelam.
Katakan saja bahwa semua ucapanmu memang untuknya. Jangan meragu, karena aku akan terus mendukungmu meski itu sungguh menyiksa. Akan terus kusakiti diriku agar kau bisa bersamanya. Suatu hari aku akan menertawakan ketidakwarasanku saat memperjuangkan cinta yang begitu dalam. Aku tidak baik-baik saja, tapi siapa yang peduli? Aku bahkan sungguh tak peduli. Yang kupedulikan adalah ceritamu, dramamu bersamanya yang membuka luka baru di hatiku.
Akan kucoba melupakan cinta bodoh yang menyakitkan ini. Aku akan membuka lebar-lebar mataku agar cinta tak sedikitpun membutakanku. Setiap hari akan kukutuk hatiku yang telah berani memendam rasa padamu. Aku sangat putus asa dan rasa ku ini seperti bayangan di dalam kegelapan, tak pernah kau lihat, tak pernah kau perhatikan. Selamat tinggal untuk perasaanku yang menyakitkan! Selamat tinggal untukmu yang tak pernah bisa kugapai.
s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar