Sabtu, 11 April 2015

Mulai Berharap

Kita bersama-sama terbang ke langit. Berhenti sejenak hanya untuk bersandar pada awan. Kubilang "jangan jatuhkan aku dari ketinggian ini". Kau tahu semua kelemahanku. Kau ada disaat-saat terburukku.

Malam ini akan kembali terasa gelap. Kau tak lagi berikan aku cahaya bahkan jika hanya untuk melihatmu. Telah ku kecewakan dirimu. Semua ini akan turut membakarmu, menjadikanmu abu yang tertiup angin.

Akan kau dapatkan demam. Dan yang akan kulakukan hanyalah bersikap tidak peduli. Telah kumainkan api ini dan pergi saat kau terbakar. Aku datang sebagai bom penghancur. Dan waktu akan terus mengalir seperti air.

Kita telah miliki tragedi cinta yang menyedihkan. Aku hanya akan merusak rem mu. Ingatkan aku di hari dimana kau terkena tilang! Kau selalu ada saat aku berhenti berharap kepada duniaku. Kau tangkap aku saat diriku hampir terjatuh. Kau mengenyangkanku dengan bualan manismu.

Alasanku menyerah, dan meminta kau untuk pergi. Juliet tidak bisa durhaka pada Ibunya. Berkali-kali kau menghubungiku, dan yang bisa kulakukan hanyalah sibuk dengan rutinitasku. Di hari kedua, temanmu mengabarkanku. Kau sakit tifus dan yang tak kau tahu adalah aku tak bisa memejamkan mataku malam itu. Di hari keempat aku mulai bertanya keadaanmu. Dan kita tahu, kita menjadi asing sekarang. Balasanmu terlalu singkat tak seperti biasanya, dan jawabku lebih singkat.

Aku tahu kau mulai menyerah dan tidak tahu mengapa, aku mulai berharap. Mungkin aku terlambat satu langkah tapi kuharap itu tidak akan berpengaruh. Aku tahu setiap orang akan berubah, dan kupikir kau juga seperti itu. Mungkin kalimatku telah membuatmu terluka. Aku perintahkan kau untuk pergi, tapi saat kau pergi aku tak kunjung puas. Yang diinginkan oleh otakku adalah mengakhiri semua percakapan tentang kita. Tapi saat kudapatkan itu, hatiku hanya menginginkan dirimu untuk tidak menuruti permohonanku.

Di mimpiku ada banyak cerita tentang kita. Jika ini sebuah film, jika kau adalah pemeran utama maka kau akan kembali padaku. Tapi drama tak selalu berakhir bahagia kan? Aku hanya ingin kau menungguku di depan rumahku, di bawah guyuran hujan. Sampai aku keluar dan memelukmu. Karena kutahu kita bisa memperbaikinya segera. Tapi kita tahu ini tidak akan seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar