Kupikir akan baik-baik saja tanpamu. Tak kupikir akan
kurasakan kehilangan. Aku butuh kau sekarang, meski kau telah pergi seminggu
yang lalu. Kau tak butuh aku sekarang karena ku tahu kau telah lanjutkan hidup.
Tak bisa kupahami hatiku. Di jalan aku hanya melihatmu. Mungkin terlambat untuk kembali pada kehidupan kita yang dulu. Telah kubuat kau menungguku, dan yang kulakukan hanyalah membuatmu terus menunggu. Tak ada yang bisa membuatku tertawa karena telah kau bawa semua kebahagianku.
Aku butuh kau sekarang tapi kutahu hatimu telah berubah. Jadi disinilah aku dengan penyesalanku. Tak ada yang akan memegang tangan kiriku dan menenangkanku. Aku adalah gadis jahat. Dan takkan kudapatkan pria baik sepertimu.
Kau tak inginkan aku lagi sekarang. Mimpimu bukan lagi diriku. Pesanmu bukan lagi untukku. Teleponmu bukan lagi tertuju padaku. Lagumu bukan lagi tentangku. Hidupku kembali dingin sekarang. Dan yang kuinginkan adalah kau.
Kau tak mencintaiku sekarang. Pikiranmu telah berubah kali ini. Kau tak semanis dirimu yang dulu. Semuanya tak menjadi mudah karena kesalahanku. Apa yang bisa kulakukan saat dulu aku mencintai orang lain dan menjadikanmu pelarianku?
Bisa kulihat sekarang semua merah menjadi biru dan abu-abu. Kupikir ini hanya akan menjadi permainan biasa. Tapi tak kurasa daduku menuntunku ke penjara. Ingatkan aku bagaimana kau melanggar lalu lintas dan menekan remmu tiba tiba sampai hampir menabrakanku.
Aku mencintainya tapi dia tak dapat kumiliki. Aku nyaman padamu tapi aku memilih untuk pergi. Jadi inilah karmaku memainkan dua hati dalam satu kartu. Dulu aku adalah ratumu tapi dialah rajaku. Dan kini tak kudapatkan satupun dari kalian dan rasa bersalahku tertuju padamu.
Lagumu masih tersimpan di ponselku, bekas dudukku masih ada di motormu. Tapi kita tahu takkan pernah sama. Kau ke rumah sakit dan aku tak tahu keadaanmu. Kau biarkan aku bebas dan menemukan diriku kembali, tapi kebebasan ini seperti jeruji besi bila tanpamu.
Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi hatiku yang sedang kacau. Semua perasaan melebur jadi satu, dan kutahu kau takkan melihat ke belakang, ke arahku. Yang bisa kulakukan hanyalah menuju tempat dimana dulu kita sering bertemu. Dan kutahu dengan jelas jalanan itu takkan membuatmu kembali.
Tak bisa kupahami hatiku. Di jalan aku hanya melihatmu. Mungkin terlambat untuk kembali pada kehidupan kita yang dulu. Telah kubuat kau menungguku, dan yang kulakukan hanyalah membuatmu terus menunggu. Tak ada yang bisa membuatku tertawa karena telah kau bawa semua kebahagianku.
Aku butuh kau sekarang tapi kutahu hatimu telah berubah. Jadi disinilah aku dengan penyesalanku. Tak ada yang akan memegang tangan kiriku dan menenangkanku. Aku adalah gadis jahat. Dan takkan kudapatkan pria baik sepertimu.
Kau tak inginkan aku lagi sekarang. Mimpimu bukan lagi diriku. Pesanmu bukan lagi untukku. Teleponmu bukan lagi tertuju padaku. Lagumu bukan lagi tentangku. Hidupku kembali dingin sekarang. Dan yang kuinginkan adalah kau.
Kau tak mencintaiku sekarang. Pikiranmu telah berubah kali ini. Kau tak semanis dirimu yang dulu. Semuanya tak menjadi mudah karena kesalahanku. Apa yang bisa kulakukan saat dulu aku mencintai orang lain dan menjadikanmu pelarianku?
Bisa kulihat sekarang semua merah menjadi biru dan abu-abu. Kupikir ini hanya akan menjadi permainan biasa. Tapi tak kurasa daduku menuntunku ke penjara. Ingatkan aku bagaimana kau melanggar lalu lintas dan menekan remmu tiba tiba sampai hampir menabrakanku.
Aku mencintainya tapi dia tak dapat kumiliki. Aku nyaman padamu tapi aku memilih untuk pergi. Jadi inilah karmaku memainkan dua hati dalam satu kartu. Dulu aku adalah ratumu tapi dialah rajaku. Dan kini tak kudapatkan satupun dari kalian dan rasa bersalahku tertuju padamu.
Lagumu masih tersimpan di ponselku, bekas dudukku masih ada di motormu. Tapi kita tahu takkan pernah sama. Kau ke rumah sakit dan aku tak tahu keadaanmu. Kau biarkan aku bebas dan menemukan diriku kembali, tapi kebebasan ini seperti jeruji besi bila tanpamu.
Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi hatiku yang sedang kacau. Semua perasaan melebur jadi satu, dan kutahu kau takkan melihat ke belakang, ke arahku. Yang bisa kulakukan hanyalah menuju tempat dimana dulu kita sering bertemu. Dan kutahu dengan jelas jalanan itu takkan membuatmu kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar