Wanita itu mengirimiku pesan malam-malam saat aku
belajar. Dia bilang kau memberinya kode dan kini dia terbang seperti seekor
merpati yang sedang jatuh cinta. Dia bilang dia sangat jatuh cinta padamu.
Setiap hari dia menceritakannya padaku. Aku bertanya-tanya bagaimana jika dia
tahu aku juga menyukaimu.
Dia tiba-tiba duduk di kursi sebelahku. Bercerita tentang kau yang sangat dingin dan dia merasa diberi harapan palsu olehmu. Aku berpura-pura tertawa melihat tingkahnya. Tanpa dia tahu, kau adalah alasan mengapa aku berdiam diri di kamarku. Setiap diamku adalah rasa cintaku padamu.
Aku tidak tahu cara untuk menghibur diriku. Kau adalah lagu yang tak bisa kuakhiri. Setiap hari aku berusaha bersikap biasa. Berpura-pura mengolokmu dengannya sama dengan mengolok diriku yang sangat payah. Waktuku cukup terbuang karenamu, tapi kaulah satu-satunya yang kuinginkan.
Kemarin dia datang padaku dan bertanya cara menghadapimu. Aku hanya menjadi patung saat kalian begitu dekat. Dia bilang dia tak ingin ada penghalang di hubungannya. Dia tersihir dan ingin memilikimu secepatnya. Aku rasa dia beruntung karena dia hampir bisa memiliki sesuatu yang tak bisa kumiliki.
Dia berjalan bersamaku dan menceritakan kembali padaku tentangmu. Dia menulis di kertas tentang ketidakpekaanmu dan aku mencoba tersenyum meski pipiku terasa sulit menarik lesungku. Dia terus bertanya padaku, dan aku tidak tahu harus seperti apa memberinya nasehat. Mungkin kau juga menyukainya, dan kutahu cinta tak dapat dipaksa. Aku hanya bertanya-tanya apa yang terjadi setelah ini.
Kemarin kau menatap sejenak diriku. Meski bukan sebuah tatapan tulus kau telah membuatku sulit bernapas.Ada
salah paham yang mungkin bisa membuatmu membenciku. Memikirkan kalian pacaran
membuatku tidak tenang. Aku cukup
mengenalmu, meski kurasa kau tidak. Kubuatkan sebuah teka-teki dan kurasa dia
tidak akan tahu betapa aku menyukaimu. Kaulah satu-satunya alasan kenapa aku
menangis dan memeluk gulingku.
Wanita itu mencuri gambarmu di ponsel temanku. Kupendam semua ini dan hanya tembok di kamarku yang mengetahui segalanya. Temanku yang lain bilang sangat sulit menjadi pengagum rahasia. Tapi temanku tidak pernah bertanya siapa yang kusuka?
Dia memperjuangkan cintanya padamu. Sedangkan aku hanya menarik napas terberatku disini dan menatapmu diam-diam. Aku tahu sangat mustahil jika kau menyukaiku. Kita bahkan jarang bicara. Dan untuk berjuang, itu tidak akan mungkin saat dia juga menyukaimu.
Dia bilang dia akan berhenti berjuang jika ada salah satu temannya yang menyukai pria itu. Ini akan sangat bagus untukku jika aku masih punya harapan. Tapi sepertinya kau juga menyukainya dalam diam. Jadi aku bisa apa untuk membuatmu menyukaiku ?
Lihatlah bagaimana telingaku harus diuji. Semua orang tahu jika gadis itu menyukaimu. Jadi aku pergi pulang dan aku melewati mu. Bernyanyi tentang kisah patah hati. Dan berharap aku bisa memejamkan mata malam nanti. Aku hanya ingin menyerah jadi aku tidak akan terluka saat wanita itu bercerita tentangmu. Tapi untuk bisa menyerah, kenapa hatiku sangat susah diajak kompromi?
Dia tiba-tiba duduk di kursi sebelahku. Bercerita tentang kau yang sangat dingin dan dia merasa diberi harapan palsu olehmu. Aku berpura-pura tertawa melihat tingkahnya. Tanpa dia tahu, kau adalah alasan mengapa aku berdiam diri di kamarku. Setiap diamku adalah rasa cintaku padamu.
Aku tidak tahu cara untuk menghibur diriku. Kau adalah lagu yang tak bisa kuakhiri. Setiap hari aku berusaha bersikap biasa. Berpura-pura mengolokmu dengannya sama dengan mengolok diriku yang sangat payah. Waktuku cukup terbuang karenamu, tapi kaulah satu-satunya yang kuinginkan.
Kemarin dia datang padaku dan bertanya cara menghadapimu. Aku hanya menjadi patung saat kalian begitu dekat. Dia bilang dia tak ingin ada penghalang di hubungannya. Dia tersihir dan ingin memilikimu secepatnya. Aku rasa dia beruntung karena dia hampir bisa memiliki sesuatu yang tak bisa kumiliki.
Dia berjalan bersamaku dan menceritakan kembali padaku tentangmu. Dia menulis di kertas tentang ketidakpekaanmu dan aku mencoba tersenyum meski pipiku terasa sulit menarik lesungku. Dia terus bertanya padaku, dan aku tidak tahu harus seperti apa memberinya nasehat. Mungkin kau juga menyukainya, dan kutahu cinta tak dapat dipaksa. Aku hanya bertanya-tanya apa yang terjadi setelah ini.
Kemarin kau menatap sejenak diriku. Meski bukan sebuah tatapan tulus kau telah membuatku sulit bernapas.
Wanita itu mencuri gambarmu di ponsel temanku. Kupendam semua ini dan hanya tembok di kamarku yang mengetahui segalanya. Temanku yang lain bilang sangat sulit menjadi pengagum rahasia. Tapi temanku tidak pernah bertanya siapa yang kusuka?
Dia memperjuangkan cintanya padamu. Sedangkan aku hanya menarik napas terberatku disini dan menatapmu diam-diam. Aku tahu sangat mustahil jika kau menyukaiku. Kita bahkan jarang bicara. Dan untuk berjuang, itu tidak akan mungkin saat dia juga menyukaimu.
Dia bilang dia akan berhenti berjuang jika ada salah satu temannya yang menyukai pria itu. Ini akan sangat bagus untukku jika aku masih punya harapan. Tapi sepertinya kau juga menyukainya dalam diam. Jadi aku bisa apa untuk membuatmu menyukaiku ?
Lihatlah bagaimana telingaku harus diuji. Semua orang tahu jika gadis itu menyukaimu. Jadi aku pergi pulang dan aku melewati mu. Bernyanyi tentang kisah patah hati. Dan berharap aku bisa memejamkan mata malam nanti. Aku hanya ingin menyerah jadi aku tidak akan terluka saat wanita itu bercerita tentangmu. Tapi untuk bisa menyerah, kenapa hatiku sangat susah diajak kompromi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar