Sabtu, 07 Maret 2015

Siapa yang Akhirnya Terluka

Tanggal 4, saat kau menyapaku. Kau mulai bertindak gila dan sepertinya akupun seperti itu. Jam 16.10 saat kau mengatakan semua perasaanmu padaku. Entah ini hanya cinta sementara atau akan bertahan selamanya. Kau memintaku menjadi pendampingmu.

Kutanyakan padamu "Apa yang kau sukai dariku? Bahkan kau tak mengenalku dengan baik". Kau jawab dengan mudah bahwa "itu semua karena kita bercanda dari siang tadi, dan aku merasa nyaman denganmu". Entah bagaimana cinta merasukimu, dengan mudah kau menyukaiku tanpa alasan yang tepat.

Kau menunggu jawabanku dengan penuh harap. Tak tahu berapa kekasihmu sebelum ini. Kau membuatku tertawa, kau selalu ada, kau meneleponku bahkan saat pagi akan tiba. Kau luangkan waktumu untukku bahkan di tengah kesibukanmu. Aku tak pernah diperlakukan dengan begitu manis.

Jadi kukatakan padamu aku tak bisa menjawab diantara dua pilihan itu. Kau mulai bingung dengan pembicaraanku yang berbahasa inggris. Dan bertanya dengan polosnya padaku. Kuputar segalanya seperti sebuah lagu berirama cepat. Kau kehilangan keseimbangan dan berkata padaku "tak bisakah kau jawab aku?" kau bilang baterai androidmu mulai lemah, dan memaksaku memberi jawaban.

Jadi kumulai permainan gila ini untuk melihat siapa yang akhirnya terluka. Aku, kau, atau dia? Keberanianku menantangmu untuk memotret sisa bateraimu saat berada pada 5%. Dan hal yang lebih gila adalah kau memberikannya padaku. Ini pertama kalinya, seperti sebuah drama komedi cinta, seperti kau dan aku adalah pemeran utamanya.

Aku suka suaramu saat meneleponku. Aku suka caramu menyuruhku untuk makan. Aku suka tertawamu yang kau lebih-lebihkan dengan batukan tipis di bibirmu. Kau bilang kau selalu merindukan suaraku, leluconku saat aku tak menghubungimu. Kau bilang kau ingin mengambil teknisi, menjadi calon orang sukses, dan berkata Aamiin.

Jadi di malam itu saat kau terus bertanya apa arti "hmm" dariku. Kusuruh kau untuk pikirkan sampai kau ingat bahwa itu ciriku. Entah ini akan berakhir dimana. Akan kumainkan bidakku dengan baik dan benar. Banyak orang yang menyukai orang lain dengan caranya sendiri. Tapi kau dan aku adalah pasangan teraneh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar