Sabtu, 14 Maret 2015

Jangan Pernah Tinggalkan Aku



Seperti racun. Kau telah membiusku dengan semua tindakanmu. Telah kutelan setiap racun selama aku hidup, dan kupikir ini salah satunya. Seperti melodi yang selalu bermain di otakku. Seperti kelumpuhan yang sangat indah. Kau telah menghipnotisku dengan segala peringaimu.

Jeruji besi ini, saat aku berputus asa dalam jalanku. Kau bertindak seperti hakim yang memukul palu dan membebaskanku. Telah kumainkan setiap simponi dengan sangat hati-hati. Tak pernah kutemukan yang sepertimu. Menghilang tiba-tiba, dan muncul tiba-tiba.

Selasa dan Rabu menjadi hari yang sangat panjang. Tanpa kabarmu, aku sangat hampa. Aku merindukanmu lebih dari yang kukira. Kupikir aku telah terpikat begitu cepat. Tapi hari Jumat, kau datang seperti hantu. Memaksa bertemu kembali, dan kau berikan hal termanis yang tak pernah kudapatkan.

Kupikir kau telah lupakan semua janjimu. Tapi disinilah kita dengan rekaman suaramu untukku berjudul "Laguku" dari Ungu. Tapi rekamanku tak bisa kukirimkan padamu. Jadi disinilah aku, kembali pulang dengan gusar.

Seseorang mencoba mengambilku darimu. Dan kumainkan semuanya seperti catur. Kau tak pernah tahu apa yang telah kulakukan. Dia memintaku menjadi teman mesranya. Tapi yang kupikirkan hanyalah dirimu.

Begitu cepat aku terikat olehmu. Masih bisa kurasakan kau mengambil kunci motorku. Di akhir suara, kau katakan "I love you". Kau buatku melayang tanpa sayap. Membiarkanku hidup dalam fantasiku tanpa takut terjatuh.

Di sore itu, saat aku mulai kesal. Semuanya terlihat suram. Ku katakan padamu "Aku ingin mati". Aku bersedih dan menangis. Kau memang tak berkomentar banyak, tapi leluconmu selalu membuatku tertawa.

Kau terus merayuku dan kuceritakan padamu tentang seorang gadis yang sangat berhati-hati terhadap dunianya. Kau bilang "Aku akan selalu membuatmu tertawa. Aku takkan meninggalkanmu meski aku tahu aku takkan selalu ada". Jadi kuceritakan padamu caramu berbicara membuatku melayang di atas awan hitam.

Kita saling berjanji dan bersumpah. Aku tidur sangat nyaman sampai aku melupakan namanya yang menyakitiku. Kau buat aku percaya terhadap diriku. Kadang kau bersikap selayaknya orang dewasa. Tapi kadang kau juga menjadi sangat manja. Hari Sabtu tak terlalu berarti, karena telah kutemukan kau. Inilah yang terakhir kukatakan, "Jangan pernah tinggalkan aku!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar