Kamis, 08 Januari 2015

Terakhir Kalinya


Duduk terdiam menatap layar. Matahari tertutup awan gelap. Aku berpikir ini terakhir kalinya aku akan memikirkanmu. Aku tak yakin akan begitu. Karena kenangan itu membawaku mengingatmu. Aku akan tinggal didalamnya sekali lagi. Aku berada di kamarku sendirian. Memunguti kepingan yang yang kau pecahkan.

Ini terakhir kalinya aku tanyakan padamu, kenapa? Aku tak yakin ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Tapi aku akan bertanya padamu sekali lagi apa alasannya? Jelaskan padaku, atau setidaknya biarkan aku menjelaskan apa yang kuketahui.

Buku yang kau pinjam ada di mejaku. Dan diriku yang dulu ada bersamamu. Aku tak bisa mengatakan ini sebagai masa lalu. Aku tak ingin akhir yang seperti ini. Aku bertanya pada temanku, dan mereka bilang "ini bukan perasaan cinta". Tapi temanku yang lain mengatakan "tapi ini lebih dari pertemanan"

Kau disana untuk melihatku pergi. Dan aku disini menunggumu untuk datang. Hujan membawa angin dan badai, tapi tak bisa membawamu kembali ketempat yang seharusnya. Rasanya sangat sakit seperti peluru yang menancap di jantungku. Tak ada darah, tapi aku merasa akan mati.

Kau datang hanya untuk pergi setelah melukai ku. Kau bisa meminta maaf padaku. Tapi kau hanya menghilang dan tak kembali. Mungkin kau akan merasa lebih baik, tapi tidak untukku. Kesalahanku yang terlalu naif. Tapi aku tak peduli dengan itu, karena aku ingin kau kembali kesisiku.

Kembalilah jika kau bisa. Setidaknya, sekali saja dan untuk yang terakhir kalinya. Setidaknya, sebelum aku berubah pikiran. Setidaknya, sebelum waktu berputar terlalu jauh. Setidaknya, sebelum kau menyesal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar