Dipenuhi awan gelap. Dan mendung menjadi jeritan petir. Aku berpikir bahwa semua ini salah. Karena tak ada sedikitpun kebenaran yang bisa membuatku untuk tetap bersikap wajar. Hari yang kunanti telah tiba, tapi aku merasa tak ada gunanya. Kau lari begitu cepat, dan kakiku tak bisa mengejarmu dengan segala kelemahan.
Perhatian yang tak bisa kau lihat. Aku merasa aku berubah terlalu jauh. Kau membuatku berpikir dua kali saat menilai orang. Dan aku jatuh terlalu keras pada gravitasi ini, pikiranku melayang tak karuan. Nada yang mungkin tak bisa kau dengar. Jarak yang tak bisa membuatmu mengerti tentang semua pikiranku.
Kehilangan jati diri dan menyanyikan lagu patah hati. Lirik ini menusuk jantungku seperti panah yang tak kuketahui. Kau selalu bersikap tak peduli. Aku bukakan pintu hatiku. Tapi kau hanya berdiam diri di luar. Mengecat temboknya dengan segala warna kekelaman. Dan aku mungkin bisa baik-baik saja, karena sudah beberapa kali mengalaminya. Tapi aku merasa ini tak benar, karena kau selalu hadir di dalamnya.
Jangan berpikir, aku akan menangis untuk cinta yang seperti ini. Karena jiwaku terlalu tangguh untuk terjebak ke lubang kuburku. Kesakitan yang ingin kurasakan bukanlah kesakitan yang seperti ini. Kau terlalu dingin untuk menanggapi ucapanku. Dan aku tidak bisa menolong diriku.
Jadi akan ku hancurkan perasaan ini, agar tak terlalu lama tumbuh. Kenapa harus mencari seseorang yang dingin, jika kau bisa mendapatkan yang hangat? Tersayat pisau adalah hal yang biasa. Kenapa mengharapkan pria yang tak bisa menanggapi gurauanmu, jika kau bisa mendapatkan orang yang akan tertawa saat kau mulai bertindak gila?
Tak perlu orang lain untuk menyembuhkan lukamu. Karena masih banyak obat didunia ini, dan kaulah satu-satunya yang bisa mengendalikan rasa sakit itu. Tak peduli seberapa banyak kau menghitung goresan itu, kau masih akan hidup di dalam dunia gila ini.
Aku menyadarinya sekarang. Aku tak pernah bisa bermain-main untuk sesuatu yang seperti ini. Banyak tanda yang telah memperingatiku. Aku selalu menganggapmu permainan. Tapi aku lupa, aku tak pernah membuat aturan yang kejam. Aku hanya ingin menang dengan caraku. Dan caraku bukanlah membuatku terluka.
Dan kudapati hatiku dalam keadaan buruk. Pikiran, hati, dan bibir selalu berbeda pendapat. Menyuruh temanku untuk minggir agar kau bisa lewat. Tapi kau tak pernah tahu kalau itulah perubahanku. Selalu secepat ini. Hatiku terluka untuk kisah yang baru saja dimulai. Menarik napas di depan cermin. Mencoba berbicara pada diriku sendiri. Aku mengerti sekarang. Aku lebih menyukai pria yang menyukai lagu yang kusuka. Terkadang, yang bisa dilakukan cinta hanyalah menenggelamkan impianmu. Aku lebih menyukai pria yang menunjukkan cintanya dan tidak berlebihan.
Pria misterius adalah harapan yang menyenangkan. Tapi jika kau terluka lagi, untuk apa? Ini bukanlah sebuah negeri fantasi. Ini hanyalah sebuah kota menyedihkan. Aku tak ingin terlalu bersikap naif. Untuk apa berpegangan pada lamunan, jika kau bisa berpegang pada tiang kehidupan? Ada saatnya kau harus berhenti bermimpi tentang keajaiban, dan lebih melihat dunia. Kesalahan akan membuatmu lebih tegar. Akhir bahagia bukan satu-satunya kemungkinan. Kenapa tak membuka hatimu untuk seseorang yang bisa memperlakukanmu dengan baik? Tak perlu menantikan perasaan yang berkecamuk, karena yang menyenangkan akan selalu membuatmu bahagia dan menang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar