Kamis, 08 Januari 2015

Memimpikanmu


Saat kau berjalan kearahku, aku seperti patung yang kaku. Saat dekat denganmu, perasaanku meluap-luap seperti air mendidih yang panas. Aku memimpikanmu setiap malam, bahkan saat aku tak memikirkanmu. Untuk pertama kalinya terjadi, karena aku tak pernah sesering itu bertemu dengan  pria di dunia seperti itu.

Aku tak peduli dengan semuanya. Dan aku hanya menatapmu yang ada di depanku. Aku seperti tercekik, dan jeritanku tak bisa didengar siapapun. Seperti ada pukulan drum yang sangat cepat, dan hanya aku yang mendengarnya. Jantungku berdebar cepat seperti aku akan terkena serangan jantung.

Aku suka caramu bernyanyi beatbox. Berada di depanmu membuatku canggung. Saat aku menyukai seseorang, maka temanku akan segera mengetahui perubahan sikapku. Tapi saat disini, aku tak mendengar itu dari mereka. Sungguh seperti puisi yang indah, dan aku ingin kau menjadi milikku.

Membuatku tak bisa tidur, dan lebih memilih mengikuti detak jam yang mengerikan. Menjadikannya irama yang indah, dan kau seakan menari disana. Aku tahu sepertinya aku akan ditolak. Tapi sepertinya aku akan mengabaikan itu. Berpikir kau menyebalkan karena tak masuk. Tapi sekitar jam 8, kau muncul seperti hantu dengan tas dan peringaimu. Aku merasa kesal, tapi aku tersenyum dengan kartu di genggamanku.

Dan kau tak masuk hari Kamis. Saat itu aku berharap kau masuk, setidaknya untuk satu alasan. Entah karena untukku, atau hanya untuk gadis yang kau sukai yang tak kuketahui siapa dia.

Aku tak peduli jika aku akan terluka. Intinya, aku tak bisa melupakanmu. Dan harapanku hari ini hanya kau. Kau bisa mengabaikanku, tak mendengarkanku, tak melihat perasaanku, atau yang lainnya. Tapi aku tak bisa mundur ataupun maju. Jadi biarkan seperti ini. Atau jika tidak, kau bisa menarik tanganku agar aku bisa kedepan bersamamu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar