Kamis, 08 Januari 2015

Sangat Berbeda


Aku merasa kita sering bertemu minggu ini. Aku benar-benar tersihir. Aku tak pernah bisa menjadikanmu mainan. Aku selalu memikirkanmu dengan serius. Kau seperti kembang api, membuat malamku lebih menyenangkan.

Pertanyaan yang selalu menghantuiku. Aku tahu ini salah, tapi aku ingin menyapamu saat aku melihatmu. Berada di kantin dan aku memperhatikanmu diam-diam. Aku bahkan harus meminum lama, agar mereka tak menyuruhku pergi. Aku terpesona, dan aku tak tahu perasaan apa ini.

Namamu menggema di kepalaku. Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. Aku tak peduli jika aku melewati batasannya. Terdengar seperti gesekan senar yang membuatku takjub. Pertemuan yang tak pernah kusangka. Aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya. Aku ingin berbincang denganmu seperti seorang gadis kepada pria.

Seperti ada racun yang mempengaruhi tubuhku. Kau seperti pria idamanku. Duduk disini dan melihatmu bersama temanmu. Kau pergi begitu cepat, saat aku ingin masuk ke dalam hidupmu.

Aku ingin kau tahu segalanya. Kalimat yang selama ini kusembunyikan. Kalimat yang selama ini menyiksaku. Kalimat yang membuatku bahagia sekaligus sedih. Kalimat yang membuatku takut. "Kakak, sepertinya aku menyukaimu". Tapi aku tahu ini sangat salah. Temanku sangat menyukaimu, dan iman kita sangat berbeda. Aku tak ingin mengkhianati Tuhanku, dan aku juga tahu kau tak mungkin menyukaiku. Itulah bagian tersulit.

Jangan menyukai yang lainnya! Dan kumohon jangan ada wanita di sekitarmu. Aku harap di kehidupan berikutnya, kau menemuiku sebagai kekasih. Dan jika itu tidak pernah ada, setidaknya jangan biarkan aku pergi sekarang!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar