Perputaran gravitasi dan segalanya nampak seperti dirimu. Ada banyak kenangan buruk yang selalu menjadi mimpi terindahku. Kita belajar mencintai dari patah hati. Dan kini ku tahu apa maksudmu.
Lagu bergumam seperti sebuah bisikan. Kau mainkan aku seperti bola basket, sampai waktu untukmu telah usai. Dan kini kau tak terlihat sama. Kau mencoba menjadikan dirimu tatto di tanganku. Membuat rasa sakit terasa lebih manis. Dan saat semuanya pergi, ilusi itu hilang seperti ahli sihir yang kehilangan mantra.
Mengubah hitam menjadi merah. Mengubah sayap menjadi pesawat. Mengubah musim hujan menjadi musim semi. Dan kupikir kita saling mengenal dengan cara yang terlalu biasa. Berbincang, dan tertawa. Kupikir akan baik-baik saja jika aku berpura-pura untuk buta. Tapi kadang telingaku membakarku. Banyak berita yang ku blokir menjadi sebuah pasir. Dan disinilah kita, di tanah khayalan.
Karena kau tak pernah menyukai laguku. Tapi daripada membencimu, aku lebih memilih menyukaimu, sampai semuanya berakhir dan akulah satu-satunya yang terjatuh. Setiap ruangan terlihat putih, dan kubayangkan kau membawa kuda putihmu tuk menemuiku. Dimataku semuanya hancur lalu kembali utuh.
Menemukan diriku di depan pintumu, kau membukakannya untukku. Kau mulai mencoba menjelaskan semuanya, tapi aku tak pernah bisa mendengarkannya. Berjalan sendirian setelah kau patahkan jiwaku. Berpikir akan ada saatnya aku bisa melupakanmu. Saling menyakiti, dan menjadi asing. Dan kau buat aku meneguk sesuatu yang tak bisa kukenal. Dan kau akan menelan kembali apa yang ku telan. Dan begitulah selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar