Selasa, 20 Januari 2015

Kau Masih Mencariku.


Masih bisa kulihat caranya berjalan. Segala tempat terlihat seperti kita yang memilikinya. Aku bertemu dengan nya saat dia bermain bersama teman-temannya. Ku pungut kembali kepingan hatiku, dan tersenyum padanya. Tak bisa kuingat lagu apa yang sedang bersenandung di dalam diriku. Sebuah malam dengan segala mimpi menjadi seorang pangeran dan putri.

Dia mulai sadar suatu waktu, dan berkata padaku. "Jangan memimpikan sesuatu yang mustahil. Lihatlah dirimu, kau selalu mengkhawatirkan dunia yang tak bisa kau miliki." Jadi aku berkata padanya "Kau juga selalu mengkhawatirkan sesuatu yang tak bisa kau sentuh". Dan begitulah akhirnya, kami berdebat sampai tengah malam.

Bercerita tentang kegilaan dan apa yang telah kami selesaikan di hari itu. Kadang dia menyebutku tidak waras, tapi dia selalu melihat semua pesanku dan selalu membalasnya. Kukatakan padanya "Lihatlah bintang di langit itu, terlihat indah seperti mimpiku."

Belum kuselesaikan kalimatku. Bahkan dia tidak tahu sebagian kata yang belum kusampaikan. Mencoba mencari tahu tempat kami di dunia. Dan tak ada seorang pun sepertinya. Dia bilang dia tak ingin hidup tanpaku. Dan ku katakan "Aku juga". Dia membuatku marah dan tertawa di suatu waktu.

Aku berkata padanya "Tidakkah kau percaya. Sesuatu yang datang selalu pergi dariku?" Dia selalu mengatakan padaku "Kita harus bersama selamanya". Sesuatu yang indah sampai perang dimulai. Dan inilah hal yang selalu kupikirkan.

Kau pergi keluar kota, dan dan mulai berbohong kepadaku. Mengatakan kita telah usai, tapi kau masih mencariku. Dan inilah yang akan terjadi. Kau mulai menyesal terhadap perkataanmu dan aku menyesal atas tanggapanku. Disinilah kita, di pintu yang berbeda. Mulai gila dan frustasi. Kau lupakan sesuatu yang harusnya kau katakan saat itu. Rumit seperti rubik, dan harusnya saat itu kau bilang tidak.

Kita terlalu sibuk berdansa, sampai kita menyadari ada banyak paku di kakiku.  Setiap hari seperti pertandingan, dan setiap bertemu seperti pertengkaran. Tapi setiap malam seperti sebuah mimpi. Menjadi bebas dengan sayap hitam. Satu yang ingin kukatakan. "Telah kubuatkan istana untukmu, dari setiap rasa sakit yang kau berikan padaku." Dan jika kau ingin melihatnya, cobalah mengejarku dan membujukku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar