Putih, berkarisma, dan tampan. Dia pergi ke suatu pulau. Untuk membantu dirinya, ataupun pergi untuk pekerjaannya. Itu hal yang sama saja. Dan aku disini menunggunya pulang. Aku bertanya-tanya masihkah dia mengenalku?. Atau aku akan mulai melupakan wajahnya?. Itu adalah kekhawatiran yang sama.
Aku tak terlalu mengenal ibu dan ayahnya, tapi dia punya kebaikan seperti kakeknya. Andai dia tahu aku sangat merindukannya. Selalu kusembunyikan hal yang besar darinya. Dulu dia mengajakku bermain keluar di suatu pagi, dan dengan rasa maluku aku berjalan keluar bersamanya. Aku selalu lupa katakan padamu, kau lah cinta pertamaku. Cinta pertama yang tak bisa kuabaikan.
Bisa kulihat, dia terbang jauh. Bisa kurasakan dia sibuk akhir-akhir ini. Untuk menyemangati ibunya, atau membantu ayahnya. Itu hal yang terlalu sederhana. Aku ingin kau tahu kalimat yang ingin kukatakan adalah "Kembalilah, aku ingin bersamamu suatu saat nanti!"
Dia membelaku bahkan saat aku salah. Aku menemuinya dirumahnya, dan menunggu dia keluar dan tersenyum. Aku ingin lari bersamanya. Menghabiskan malam dan melihat bintang.
Manis, mempesona, dan lesung pipinya, membuatku hanyut dalam setiap senyumannya. Dan ku berharap, dia kembali dan menyapaku. Bertahun-tahun berlalu, dan aku akan menunggumu. Selalu menunggumu, sampai kau tahu aku mencintaimu dari pertama kali aku mengenalmu.
Mungkin, kau tinggal di Papua. Atau di sebuah pulau yang sulit terjangkau. Kumohon, jangan lupakan gadis kecil itu. Tumbuhlah besar, dan datanglah padaku. Cobalah turun dari atas awan itu. Kita begitu jauh, tapi aku akan terus berharap padamu. Berharap mobil itu ada dirimu, berharap orang itu adalah dirimu, berharap ketukan itu darimu. Karena kau harus tahu, bahwa aku sangat menyukaimu dari kecil. Dan aku bersumpah akan bersamamu suatu hari nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar