Selasa, 20 Januari 2015

Gadis Itu Suka Berteriak


Berkerja keras dan mendapatkan penghargaanmu. 6 bulan kau mulai menunjukkan sinarmu pada dunia. Kakimu seperti terluka karena kau terlalu keras mengejarnya. Kemudian, datanglah seorang gadis yang menyebalkan sepertiku. Menganggu kehidupanmu dengan temannya yang gila. Gadis itu suka berteriak, dan mengumpat. Kau mulai tak nyaman. Kau putuskan menghindarinya sejauh yang kau bisa.

Saat natal tiba, gadis itu membisikkan suatu hal yang mungkin tak bisa kau dengar. Januari menjadi kekalahanmu. Seseorang kembali meremehkanmu. Dia mencabut sesuatu yang menjadi kebanggaanmu. Tak bisa kau terima, tapi dialah yang berkuasa.

Kau dipermalukan dengan sangat hati-hati. Tatapanmu menjadi sayu, suaramu hilang seperti ada sesuatu yang tajam menancap di tenggorokanmu. Perutmu mual, rasanya kau ingin berlari tapi kakimu seakan lumpuh. Kau hanya bisa melihat semuanya berputar dengan sangat keras. Mendengar tepuk tangan yang bukan lagi untukmu. Rasanya sakit. Apa aku benar?

Semuanya kembali menjadi mimpi buruk, bertengkar dengan batinmu. Terlihat asing dengan segalanya. Awan menjadi hitam, dan petir seakan menertawakan kekalahanmu. Dan gadis itu mulai mendapat dongeng dari temannya. Tentang pangeran yang berubah menjadi pria biasa karena seorang penyihir. Gadis itu terus memikirkannya, dan terlihat khawatir. Mencarimu ditempat biasa kalian dipertemukan. Melamun dikamarnya. Tanggal 9, saat semua yang kau impikan mulai berakhir menjadi debu.

Rabu pagi, berjalan biasa. Teman gadis itu memimpikanmu. Menunjuk kearahmu yang berjalan masuk. Dan hari-hari selanjutnya gadis itu terus menunggu. Dan sampailah tanggal 16, saat gadis mulai sadar, di kelas itu ada kau. Tidakkah buruk saat kinerjamu diremehkan? Tidakkah sakit saat dia berkata tak ada kecocokan?

Disinilah gadis itu, memikirkanmu dari jauh. Mencoba menyentuhmu tapi kau terlalu jauh. Berpegangan pada waktu, kau seakan tenggelam dalam rasa malu. Seakan kapalmu dihancur leburkan oleh orang itu. Gadis itu hanya melihatmu pergi. Dia berpikir "Andai dia tak seburuk itu dimatamu, maka dia akan menghiburmu sampai kau tertawa"

Kehilangan 2 hal yang membuatmu hidup. Merasakan kehampaan, dan rasanya kau ingin marah. Satu yang ingin kusampaikan. "Cobalah tegar!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar