Kau hidup dengan segala tindakan burukmu. Kau bernapas dengan segala kalimat terkejamku. Kau bicara seperti tak pernah diajari gurumu. Kau tertawa seperti tak pernah mengenal waktu.
Kau bisa berjalan dengan mengangkat dagumu. Kau bisa, meninggikan statusmu dengan merendahkan temanmu. Kau tahu hidup takkan pernah mudah. Dan kau sungguh, pemain terburuk yang pernah ada.
Peringaimu, akan menusuk ke dalam jantungnya. Tatapanmu, bisa membuatnya terluka. Nadamu, bisa merusak telinganya. Dan kau pernah tahu akan kemampuanmu.
Dan dia bisa membuatkan lagu, tentang dirimu yang mengesalkan. Dia bisa mengirimkanmu ke neraka yang tak pernah kau lihat. Dia merencanakan pembunuhan tragis dan dramatis. Kau bisa berpikir ini mengerikan, tapi kau takkan pernah bisa lari. Karena dia selalu mengejar.
Dia datang dan menangis jam 3 siang. Menundukkan kepalanya sambil tertawa keras. Mungkin dia melihat, aku bisa menghiburnya saat itu. Tapi tatapanku, selalu mengutuk dirimu. Temanmu mungkin lebih menyakitinya. Menolak bantuannya untuk mewakili kelas. Dan kau pikir, dirimulah yang terhebat? Dan kau tak pernah berpikir bahwa kau hanyalah pecundang.
Kau menertawakannya saat presentasi. Dan ruangan ini semakin menyebalkan. Kau tulis namanya di papan, saat umurmu tepat 15. Kupikir kau bertambah dewasa, tapi yang kulihat adalah sebaliknya. Karma takkan pernah cukup untukmu yang telah menyayatnya.
Kau bisa meminta maaf tanpa ketulusan. Dan dia merasa diriku adalah segalanya. Dia merasa bebas saat bersamaku. Dan di dalam lagu, di mulai menceritakanku. Tidakkah kau berpikir dirinya naif? Atau mungkin dia sedang bertambah dewasa? Tapi kau tak pernah melihatnya karena kau agresif, dan menjatuhkan dengan banyak cara.
Kau bisa melihat nilainya, dia dua kali menang darimu. Dan mungkin kau tak peduli, tapi ini akan segera menyakitimu. Berpikirlah bahwa parfumnya sangat kampungan. Dan saat di tenda, dia membawa banyak bantal. Kau bisa menceritakan segalanya, pada kekasihmu yang sangat bajingan. Ini bukan hanya tentang dirimu, tapi tentang segalanya. Mungkin kau akan diam tanpa merasa, tapi kau akan segera mengerti akibatnya.
Kau bisa berkomentar tentang dirinya yang sedang bersisir. Atau tentang pacarnya yang tak keren dan kuno. Kau bisa melihatnya dari status ekonomi, atau dari tatapan datarnya padamu. Aku menyuruhnya untuk tetap bercerita, karena ibunya takkan mendengarnya. Dan dia tak pernah ingin berbagi pada guru yang ada disana.
Kau bisa berbuat segalanya kecuali menghargai sesuatu. Dan aku takkan menjadi kecewa melihat tingkahmu. Ku pikir seseorang telah membuatmu mengerikan seperti hantu. Tapi ingatlah ini, suatu saat kau akan mendapat balasanmu!
For you guys who bullying Ve
Tidak ada komentar:
Posting Komentar