Segala kata kata mu tak benar. Kau bilang kau
bahkan tak pernah melihatku sebagai seorang wanita. Tapi kenyataannya adalah
kau sangat terpersona olehku. Saat kau katakan kau menyukaiku. Itu adalah satu kalimat untuk mempermainkanku.
Kaulah yang memegang kendali. Dan aku tak bisa
menahan diriku. Kau buatkan aku sayap yang indah dan membawaku terbang. Tapi
kini kau buat badai angin dan mematahkan sayapku tanpa kuketahui.
Kau berikan aku segenggam halaman. Tapi kau bakar
segalanya seperti kau hancurkan segala harapanku. Untuk beberapa detik senyum
manismu membuatku mabuk. Dan dibeberapa detik lainnya senyummu berubah menjadi
kerutan iblis. Untuk beberapa menit matamu memancarkan kehangatan. Dan untuk
beberapa menit lainnya matamu memancarkan kedinginan yang tak pernah kukenal.
Kau selalu menang di setiap permainan yang kau buat
sendiri. Dan aku hanya memejamkan mataku berharap kita bisa memperbaikinya. Menangis
dalam diam. Dan kau tak perlu meminta maaf. Karena kau tidak pernah melihat
ataupun merasakannya.
Melihatmu berjalan bersama yang lain dan tak
hiraukan aku yang sedang ada di depanmu. Memutar segala memori. Kupikir telah kulupakan
segalanya terlalu lama. Tapi satu lagu membuatku mengingatnga dengan jelas. Kau
bertanya nama dan alamat rumahku di hari pertama. Kau tak peduli saat aku
dijadikan lelucon. Dan kupikir aku menyukainya.
Kau lempari kepalaku dengan beberapa kepingan
kertas. Kau meminta uang padaku dan kuberi karena segala peringaimu membuatku
tersenyum tanpa kusadari. Kita berjalan dengan sedikit percakapan. Kau julurkan
lidahmu kepadaku saat pulang. Kau membantuku membereskan kertas yang berserakan
itu seperti adegan yang ada di drama percintaan. Kau mengayuh sepeda dan
berbicara denganku. Kau melempar bola itu ke dalam ring sambil melihatku. Kau
tatap aku dan bertanya kepadaku kapan bel istirahat. Kau tempelkan tepung di
tangan dan pipiku saat praktek biologi. Kau bernyanyi dengan iringan gitar
dengan lagu yang kusukai.
Tapi itu baru halaman pertama. Musik
pun memulai melodinya dengan begitu menyeramkan. Konflik datang dan tak
kusadari bahwa segala permainanmu adalah aku. Kau katakan kata kata kasar. Dan
kurasakan kau menjadi asing. Tak kusadari kau mulai mundur beberapa langkah
dariku. Tatapanmu menjadi dingin. Dan mungkin yang tak kuketahui adalah hatimu
juga mulai beku. Kau membuatku tak percaya. Dan seruangan denganmu adalah
neraka bagiku. Kudekati kau tuk tanyakan "apa yang salah?". Tapi kau
menjadi brutal. Dan saat itu aku mulai mengerti segalanya. Kau tak mencintaiku.
Sama sekali tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar