Minggu, 09 November 2014

Sama Sekali Tidak

Segala kata kata mu tak benar. Kau bilang kau bahkan tak pernah melihatku sebagai seorang wanita. Tapi kenyataannya adalah kau sangat terpersona olehku. Saat kau katakan kau menyukaiku.  Itu adalah satu kalimat untuk mempermainkanku.

Kaulah yang memegang kendali. Dan aku tak bisa menahan diriku. Kau buatkan aku sayap yang indah dan membawaku terbang. Tapi kini kau buat badai angin dan mematahkan sayapku tanpa kuketahui.

Kau berikan aku segenggam halaman. Tapi kau bakar segalanya seperti kau hancurkan segala harapanku. Untuk beberapa detik senyum manismu membuatku mabuk. Dan dibeberapa detik lainnya senyummu berubah menjadi kerutan iblis. Untuk beberapa menit matamu memancarkan kehangatan. Dan untuk beberapa menit lainnya matamu memancarkan kedinginan yang tak pernah kukenal.

Kau selalu menang di setiap permainan yang kau buat sendiri. Dan aku hanya memejamkan mataku berharap kita bisa memperbaikinya. Menangis dalam diam. Dan kau tak perlu meminta maaf. Karena kau tidak pernah melihat ataupun merasakannya.

Melihatmu berjalan bersama yang lain dan tak hiraukan aku yang sedang ada di depanmu. Memutar segala memori. Kupikir telah kulupakan segalanya terlalu lama. Tapi satu lagu membuatku mengingatnga dengan jelas. Kau bertanya nama dan alamat rumahku di hari pertama. Kau tak peduli saat aku dijadikan lelucon. Dan kupikir aku menyukainya.

Kau lempari kepalaku dengan beberapa kepingan kertas. Kau meminta uang padaku dan kuberi karena segala peringaimu membuatku tersenyum tanpa kusadari. Kita berjalan dengan sedikit percakapan. Kau julurkan lidahmu kepadaku saat pulang. Kau membantuku membereskan kertas yang berserakan itu seperti adegan yang ada di drama percintaan. Kau mengayuh sepeda dan berbicara denganku. Kau melempar bola itu ke dalam ring sambil melihatku. Kau tatap aku dan bertanya kepadaku kapan bel istirahat. Kau tempelkan tepung di tangan dan pipiku saat praktek biologi. Kau bernyanyi dengan iringan gitar dengan lagu yang kusukai.

Tapi itu baru halaman pertama. Musik pun memulai melodinya dengan begitu menyeramkan. Konflik datang dan tak kusadari bahwa segala permainanmu adalah aku. Kau katakan kata kata kasar. Dan kurasakan kau menjadi asing. Tak kusadari kau mulai mundur beberapa langkah dariku. Tatapanmu menjadi dingin. Dan mungkin yang tak kuketahui adalah hatimu juga mulai beku. Kau membuatku tak percaya. Dan seruangan denganmu adalah neraka bagiku. Kudekati kau tuk tanyakan "apa yang salah?". Tapi kau menjadi brutal. Dan saat itu aku mulai mengerti segalanya. Kau tak mencintaiku. Sama sekali tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar