Minggu, 09 November 2014

Aku Bukanlah Kau



Aku tahu semua orang tak benar benar tulus. Bahkan jika itu adalah orang yang paling mencintaimu. Aku tahu kau menyukainya. Setidaknya kau mempunyai perasaan padanya walau itu hanya sebesar kukumu.

Semua orang selalu pergi dan menyalahkanku. Entah itu karena hidupku yang selalu sial dari awal aku muncul di bumi, atau mungkin karena aku terlalu banyak menyusahkan mereka. Dia berkata "diamlah! Jangan banyak bicara". Dan bahkan aku telah bersumpah untuk tidak sedikitpun berpendapat.

Mereka bilang aku gila. Karena sepanjang hari aku selalu tertawa untuk hal hal yang bahkan tidak lucu. Mereka bilang aku terlalu berlebihan. Karena sikapku membuat mereka membenciku. Aku hidup di dalam rasa sakit. Dimana sakitnya telah menjadi salah satu kenikmatan tersendiri bagiku.
Karena tak ada yang benar benar tulus. Aku bahkan hanya ingin menjadi kesenangan tersendiri untuk mereka. Tapi kesenanganku berbeda dengan kesenangannya.

Aku hanyalah sebuah angin yang mereka biarkan berlalu. Bagiku aku hanyalah angin yang menyegarkan kulit mereka. Tapi baginya aku hanyalah angin yang merusak ketenangan rambut dan kulitnya. Karena baginya aku hanyalah angin yang membawa banyak butiran debu. Dan bahkan baginya aku telah membuat badai besar.

Aku bukanlah kau. Dan kau bukanlah aku. Aku tidak suka membencimu. Dan kau terlalu tak peduli jika kau benci atau tidak kepada orang lain. Tak apa akan sakitnya. Bahkan kau tak pernah peduli jika aku sakit atau tidak karena ucapanmu. Kau bahkan tak pernah merasa untuk sedikit saja menyadari akibat perbuatanmu.

Kau telah membuatku membenci diriku sendiri untuk kedua kalinya. Membuat si putri duyung ini merasa terkucilkan untuk kedua kalinya. Ucapanmu akan selalu menggema di segala penjuru telingaku. Merasuki setiap sudut pikiranku dan menjelma menjadi sebuah batu yang menghujam jantungku. Menusuki setiap lapisan kulitku. Dan mungkin suatu saat ini kau akan berusaha menggores nadi gadis malang ini,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar