Aku
tahu semua orang tak benar benar tulus. Bahkan jika itu adalah orang yang
paling mencintaimu. Aku tahu kau menyukainya. Setidaknya kau mempunyai perasaan
padanya walau itu hanya sebesar kukumu.
Semua
orang selalu pergi dan menyalahkanku. Entah itu karena hidupku yang selalu sial
dari awal aku muncul di bumi, atau mungkin karena aku terlalu banyak
menyusahkan mereka. Dia berkata "diamlah! Jangan banyak bicara". Dan bahkan
aku telah bersumpah untuk tidak sedikitpun berpendapat.
Mereka
bilang aku gila. Karena sepanjang hari aku selalu tertawa untuk hal hal yang
bahkan tidak lucu. Mereka bilang aku terlalu berlebihan. Karena sikapku membuat
mereka membenciku. Aku hidup di dalam rasa sakit. Dimana sakitnya telah menjadi
salah satu kenikmatan tersendiri bagiku.
Karena
tak ada yang benar benar tulus. Aku bahkan hanya ingin menjadi kesenangan
tersendiri untuk mereka. Tapi kesenanganku berbeda dengan kesenangannya.
Aku
hanyalah sebuah angin yang mereka biarkan berlalu. Bagiku aku hanyalah angin
yang menyegarkan kulit mereka. Tapi baginya aku hanyalah angin yang merusak
ketenangan rambut dan kulitnya. Karena baginya aku hanyalah angin yang membawa
banyak butiran debu. Dan bahkan baginya aku telah membuat badai besar.
Aku
bukanlah kau. Dan kau bukanlah aku. Aku tidak suka membencimu. Dan kau terlalu
tak peduli jika kau benci atau tidak kepada orang lain. Tak apa akan sakitnya. Bahkan
kau tak pernah peduli jika aku sakit atau tidak karena ucapanmu. Kau bahkan tak
pernah merasa untuk sedikit saja menyadari akibat perbuatanmu.
Kau
telah membuatku membenci diriku sendiri untuk kedua kalinya. Membuat si putri
duyung ini merasa terkucilkan untuk kedua kalinya. Ucapanmu akan selalu
menggema di segala penjuru telingaku. Merasuki setiap sudut pikiranku dan
menjelma menjadi sebuah batu yang menghujam jantungku. Menusuki setiap lapisan
kulitku. Dan mungkin suatu saat ini kau akan berusaha menggores nadi gadis
malang ini,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar