Minggu, 09 November 2014

Mimpi Buruk



Aku tahu harusnya aku meminta maaf padamu tentang perilakuku waktu itu. Aku tahu telah membuat harga dirimu jatuh perlahan. Ucapanku terlalu kasar dan kurasa kau terluka. Tapi bagaimana harusnya ku lakukan?

Kau dingin seperti tembok. Dan sebelumnya, aku tak pernah berpikir untuk meminta maaf. Bicara denganmu seperti bicara dengan batu. Tak pernah dijawab dan mungkin tak pernah didengar. Saat aku menulis, dia menatapku. Kuacuhkan dia untuk 2 hari, karena dia selalu meremehkan karyaku. Saat dia memintaku untuk membuka tirai itu, aku hanya menjawabnya dengan malas. Dan kupikir dia terus merenung tentang semuanya.

Entah apa yang ada dipikirannya. Dia mengubah pikirannya seperti menekan berulang-ulang tombol remote. Dia menyerah dan memainkan perannya di drama. Dan mungkin ini adalah keberuntungannya karena dia tak jadi tampil.

Saat aku menghitung, dia berkomentar lagi. Aku selalu memperlakukannya tidak baik. Dan kupikir sekarang aku mulai menyadarinya. Aku selalu menjadikan namanya sebagai lelucon. Dan sungguh aku merasa bersalah. Kupukul kepalaku berkali-kali dan bertanya "Apa saat itu aku sedang mabuk?".

Dia bilang, dia menyukai angka 8. Dan kupikir pasti dia sedang membual. Dia menatapku diam-diam saat aku tertawa lepas. Dan kupikir mungkin aku sudah gila.

Kusadari saat bangun tidur. "Serumah dengannya? Aku pasti sudah tidak waras." Dia hadir dalam mimpiku. Bahkan sebelum tertidur, aku memikirkan Kakak Osis. Semalaman aku tidak bisa tidur. Di sekolah saat aku bertemu dengannya, aku merasa aku sudah gila. Mimpi buruk itu mengganggu ketenanganku. Dan saat bertemu dengannya ditangga, aku merasakan hal lain. Suatu debaran yang tak bisa kuterima. Menjadi penguntit untuk beberapa saat dan kupikir itu ide gila.

Apa yang kulakukan? Aku sedang membayangkan berkencan dengannya. Menengok kucingnya, dan melihatanya memainkan raket yang dia genggam. Melihat segala statusnya di depan layar. Aku berpikir mungkin aku sedang kerasukan. Atau mungkin aku sedang terkena kutukan. Tuhan, apa yang harus kulakukan dengan perasaan ini? Aku merasakan ketakutan akan apa yang akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar