Minggu, 09 November 2014

Kau Gila !!




Mari kita ceritakan bagaimana kita betemu. Dua tahun lalu segalanya terasa membingungkan. Kau melangkah dan duduk tepat di belakangku. Kau menepuk pelan bahuku, dan aku menoleh. Kau berbicara banyak hal, dan aku sama sekali tak mengenalmu. Kau tanya "dimana rumahku". Dan aku menjawab "kau tak perlu mencarinya karena dia tak hilang". Kau tertawa dan bertanya kembali "Sepertinya aku tak pernah melihatmu. Bagaimana bisa aku sama sekali tak mengenalmu?

Kau menggodaku dan mempertanyakan hal itu berulang-ulang. Aku menatap benci dirimu dan kau masih bicara. Kau temukan aku. Dan setelah itu kau mulai segala skenario mu. Kau buatku merasa tak nyaman didekatmu karena kau selalu mengganggu ketenanganku. Kau perlakukan aku lebih dari seorang teman tapi kita tak terikat apapun. Kau duduk di belakangku dan melemparkan kertas yang kau gumpal kecil-kecil. Kita saling menyebut diri kita satu sama lain dengan sebutan sampah.

Kau berikan aku segala kode dari setiap perilakumu. Kau ambil segala kertas yang kujatuhkan. Dan melodi pun berbunyi seperti berita buruk. Kau bawa aku terbang dan lupa akan dunia. Kau menjulurkan lidah saat aku berjalan kaki. Kau gayuh sepeda pedagang itu dan berbincang denganku. Kau mengirimkan pesan-pesan di laman facebookku. Dan kau tahu ini sangat gila. Kau hadir dan membuat segalanya lebih gila.

Kita bercanda satu sama lain dan menyanyikan lagu "Only One" dari BoA. Kau lemparkan bola itu ke ring dan melihatku diam-diam. Kau adalah seorang atlet. Dan kau selalu memamerkannya padaku. Tapi satu yang paling menyedihkah. Kau tak pernah bisa untuk senam. Kau seperti robot yang sedang membuat lelucon.

Kupikir kau gila. Tapi aku mulai menyukaimu dan melupakan pria itu. Dan semuanya berubah di bulan Januari. Kita kembali sekolah dan melakukan rutinitas. Tapi kau pergi dan mulai menghindar dari tatapanku. Aku merasa tak percaya akan apa yang selanjutnya terjadi. Di depan monitor aku mulai menjadi penguntit. Dan kudapatkan kau bersamanya. Kau tahu, hatiku sangat polos saat itu. Dan sekarang kau tunjukkan sikap brutal mu itu. Membuatku menyesal dan berusaha membuang segalanya meski tak bisa.

Aku terjebak di dalam perasaanku. Kau membuatku menangis dalam diam untuk pertama kalinya. Kau buat Hari Valentine ku menjadi kacau dan kau buat aku membencinya. Kau membuatku menulis segala harapanku saat kau berulang tahun. Kau menatap dalam mataku dan itu membuatku gugup.

Dan pada akhirnya aku menyerah. Ku biarkan mereka tahu aku mencintaimu. Dan kau hanya bermain gitar sepanjang jam dan membuatku kesal. Kau mulai mengatakan hal-hal yang sebelumnya tak kau katakan. Kau menjadi asing dan segala ucapanmu menjadi kasar. Kau berikan aku surga sekaligus neraka. Kau lukiskan warna benderang, dan kau kembali dan mengubahnya menjadi hitam kelam.

Dan tanggal 5 November kau kembali membuatku bingung. Kau menatap ku dan bertanya padaku. Lalu kau pergi dan menghilang untuk beberapa hari. Dan kudengar segalanya. Kau bersama gadis itu. Dan kau tahu apa yang lebih gila dari pada ini? Kau berkencan dengannya hanya untuk waktu 3 jam?

Kupikir kau sudah tak waras. Dan kupikir lagi bahwa aku lebih tidak waras karena mencintai orang yang tidak waras. Dan kini aku kembali mengingatnya sambil tertawa. Tertawa untuk kebodohanku dan tertawa untuk segala kenangan buruk bersamamu. Rasa sakit tentu masih bisa kurasakan. Tapi menangis bukanlah caraku memecahkan masalah lagi. Jadi pergilah yang jauh dan sadarlah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar