Kepandaian takkan membuatmu menjadi baik. Mulutmu menunjukkan umpatan dan
makian. Matamu menunjukkan segala penghinaan. Janganlah menjadi moster yang
mengejar anak yang lemah.
Ilmu takkan pernah membuatku menjadi cukup besar untuk merendahkan seorang gadis. Apa salahnya berpura-pura baik? Suara beratmu selalu menunjukkan kearogananmu. Gerakan matamu bagaikan harga diri yang sedang kau pertaruhkan.
Menjadi populer takkan bisa membuatmu mengambil alih dunia. Perkataanmu yang seperti paku akan selalu menancap di dinding hatinya. Tidakkah cukup indah menghargai seseorang? Tidakkah lebih menyenangkan diam daripada berkomentar?
Karena segalanya ada dalam jangkauanmu. Kau merasa bangga dan tak memedulikan perasaan teman yang mungkin tak kau anggap. Kau memulai kembali November yang indah. Kau tumbuh dan bertambah dewasa. Bagaimana bisa kau terjebak dalam keegoisanmu?
Menjadi baru takkan membuat harga dirimu jatuh. Pujian akan selalu datang padamu. Tapi alangkah baiknya kau mulai untuk menghentikan pemikiran burukmu. Aku tahu hidup di penuhi kebencian. Tapi kau akan semakin tua untuk melakukannya. Tatapan mu yang dingin seperti hujan di musim dingin. Membuatnya menangis dalam kehampaan.
Mungkin kau belum merasakan bagaimana kata-kata pahit membuat hidupmu hancur. Mungkin kau belum merasakan garam bertabur di atas lukamu yang belum sembuh. Atau mungkin kau belum mendengar bagaimana cara untuk berkata tanpa melukai yang lain.
Hidupmu akan dipenuhi banyak warna yang benderang. Kau akan mendengar tepuk tangan atas keberhasilanmu. Mereka bangga atas prestasimu. Tapi ingatlah, hidup tak sekaku pemikiranmu. Buku takkan benar-benar membuatmu menjadi cerdas akan segalanya. Karena hidup adalah cara kita untuk belajar. Dan kupikir kau harus lebih menghargai waktu. Karena saat semuanya terlambat, sinarmu akan memudar tanpa kau sadari.
Ilmu takkan pernah membuatku menjadi cukup besar untuk merendahkan seorang gadis. Apa salahnya berpura-pura baik? Suara beratmu selalu menunjukkan kearogananmu. Gerakan matamu bagaikan harga diri yang sedang kau pertaruhkan.
Menjadi populer takkan bisa membuatmu mengambil alih dunia. Perkataanmu yang seperti paku akan selalu menancap di dinding hatinya. Tidakkah cukup indah menghargai seseorang? Tidakkah lebih menyenangkan diam daripada berkomentar?
Karena segalanya ada dalam jangkauanmu. Kau merasa bangga dan tak memedulikan perasaan teman yang mungkin tak kau anggap. Kau memulai kembali November yang indah. Kau tumbuh dan bertambah dewasa. Bagaimana bisa kau terjebak dalam keegoisanmu?
Menjadi baru takkan membuat harga dirimu jatuh. Pujian akan selalu datang padamu. Tapi alangkah baiknya kau mulai untuk menghentikan pemikiran burukmu. Aku tahu hidup di penuhi kebencian. Tapi kau akan semakin tua untuk melakukannya. Tatapan mu yang dingin seperti hujan di musim dingin. Membuatnya menangis dalam kehampaan.
Mungkin kau belum merasakan bagaimana kata-kata pahit membuat hidupmu hancur. Mungkin kau belum merasakan garam bertabur di atas lukamu yang belum sembuh. Atau mungkin kau belum mendengar bagaimana cara untuk berkata tanpa melukai yang lain.
Hidupmu akan dipenuhi banyak warna yang benderang. Kau akan mendengar tepuk tangan atas keberhasilanmu. Mereka bangga atas prestasimu. Tapi ingatlah, hidup tak sekaku pemikiranmu. Buku takkan benar-benar membuatmu menjadi cerdas akan segalanya. Karena hidup adalah cara kita untuk belajar. Dan kupikir kau harus lebih menghargai waktu. Karena saat semuanya terlambat, sinarmu akan memudar tanpa kau sadari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar