Jumat, 07 November 2014

Biarkan



Saatnya hidup dalam kenyataan. Melepaskan segala bayangan mu yang tersisa.   Membuka mata dan mengakhiri mimpi indah yang tak pernah terwujud. Membiarkanmu hidup dalam kebebasanmu.

Telah kulupakan banyak kenangan. Dan hari ini aku akan lebih menikmati hidup. Takkan kubiarkan tatapan kosong mencuriku dari kerumunan padat ini. Biarkan warna itu memudar. Biarkan bayanganmu menghilang tanpa jejak.

Awan gelap takkan bisa menjegalku lagi. Cukup untuk masa lalu yang kelam. Hidupku masih panjang dan jalanku bertambah terang. Kau bersama hidupmu dan aku bersama jalanku.

Untuk apa memegang pasir yang sedikit demi sedikit jatuh ke tanah? Harapan itu telah kubiarkan musnah. Dan 4.32 sore aku telah melupakanmu. Mungkin dulu itu hanyalah kekaguman yang kekanak-kanakan. Kau tahu aku tak pernah menyukai seseorang dengan benar. Aku bahkan tak tahu dimana hatiku sedang berlabuh.

Biarkan pria berwajah barbie itu merangkak pergi secara diam-diam. Aku akan bangkit dan lebih terbuka melihat dunia. Untuk apa menulis kata-kata indah di kertas yang tak pernah nyata? Untuk apa pergi ke negeri dongeng dan membuat kisah indah? Pangeran yang kau impikan takkan pernah muncul di detik-detik terakhir. Yang kau dapatkan hanyalah penyihir jahat yang berbentuk takdir.

Dan cinta hanyalah sebuah pertunjukan sulap yang dengan indah menipumu  dan selalu berakhir di penghujung acara. Membiarkanmu terkagum-kagum sejenak dan pada akhirnya membuatku mengerti dan membencinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar