Kau ahli dalam menghancurkan hari
sempurna seseorang. Jum'at ini kau melakukannya lagi. Kau pikir semuanya akan
baik-baik saja setelah ini. Tapi kau harus tahu, bahwa ini tak semudah pemikiran
sempitmu.
Aku berani bertaruh kau hidup dalam kehampaan. Seseorang telah membuatku menjadi dingin. Kebencian selalu ada dalam tatapanmu. Aku tahu kau tak menyukai siapapun atau apapun atau sedikitpun. Atau haruskah kukatakan kau seorang gay?
Ingatlah, kau terlalu tua untuk melakukan ini. Selain memarahi dan mencaci maki, apa lagi yang bisa kau lakukan? Kau hanya berpegangan pada buku tuamu yang jelek itu. Aku berani bertaruh, kau hidup dalam kesendirian. Kau kesepian setiap saat karena kearogananmu.
Aku tahu, guru selalu benar. Dan kau hidup dalam keegoisanmu. Nada dalam setiap ucapanmu adalah musik terburuk yang selalu kau nyanyikan. Lirik yang sangat mengerikan selalu terucap. Dan ekspresi wajah yang menjijikkan selalu kau nampakkan di pesta hantu ini.
Merasa kau kuat dan tak terkalahkan. Kau ambil ponselku dan earphone yang sedang menyambung menjadi satu. Kau adalah berita buruk, mimpi buruk, dan ide buruk selama ini. Tempo yang kau dendangkan selalu salah di tempat dan waktu yang tidak tepat.
Dan kini aku menatap pintu itu dan menghela napas. Kumasuki ruangan panas itu, dan melihat perempuan itu lagi. Kau berhasil membuatku terpenjara dengan guru perempuan itu sebagai hakimnya. Tapi ingatlah! Aku akan mengutukmu setiap saat. Dan kau akan merasakan merah membakarmu secepat kau berlari.
Aku berani bertaruh kau hidup dalam kehampaan. Seseorang telah membuatku menjadi dingin. Kebencian selalu ada dalam tatapanmu. Aku tahu kau tak menyukai siapapun atau apapun atau sedikitpun. Atau haruskah kukatakan kau seorang gay?
Ingatlah, kau terlalu tua untuk melakukan ini. Selain memarahi dan mencaci maki, apa lagi yang bisa kau lakukan? Kau hanya berpegangan pada buku tuamu yang jelek itu. Aku berani bertaruh, kau hidup dalam kesendirian. Kau kesepian setiap saat karena kearogananmu.
Aku tahu, guru selalu benar. Dan kau hidup dalam keegoisanmu. Nada dalam setiap ucapanmu adalah musik terburuk yang selalu kau nyanyikan. Lirik yang sangat mengerikan selalu terucap. Dan ekspresi wajah yang menjijikkan selalu kau nampakkan di pesta hantu ini.
Merasa kau kuat dan tak terkalahkan. Kau ambil ponselku dan earphone yang sedang menyambung menjadi satu. Kau adalah berita buruk, mimpi buruk, dan ide buruk selama ini. Tempo yang kau dendangkan selalu salah di tempat dan waktu yang tidak tepat.
Dan kini aku menatap pintu itu dan menghela napas. Kumasuki ruangan panas itu, dan melihat perempuan itu lagi. Kau berhasil membuatku terpenjara dengan guru perempuan itu sebagai hakimnya. Tapi ingatlah! Aku akan mengutukmu setiap saat. Dan kau akan merasakan merah membakarmu secepat kau berlari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar