Kadang aku merasa bosan dengan segalanya. Tak ada lagi yang menyenangkan disini. Semuanya berubah. Dan jiwaku yang dulu telah menghilang dari sudut sana.
Kau pun tak ada, meski hanya dalam jangkauan mataku. Ada yang datang dan ada yang pergi. Medan ini terlalu kejam untuk bisa kulewati. Terlalu banyak kepura-puraan. Dan itu membuatku sakit.
Entah dunia seperti apa yang telah kujalani. Aku terus melangkah meski di depanku ada jurang terjal. Tapi memori itu perlahan menerkamku. Membuatku tak bisa berdamai dengan masa lalu.
Aku hanya sedang tak tahu dengan segala yang kulakukan. Semuanya terasa asing disini. Kau bisa melihatku tertawa terbahak-bahak, tapi sungguh aku sama sekali tak baik-baik saja.
Mungkin kau pikir aku dewasa. Tapi emosiku saat sendiri akan membuatku seperti yang tak kau duga. Dan mungkin yang lainnya akan berpikir bahwa aku kekanak-kanakan. Tapi aku tidak akan setegar ini jika aku seperti itu.
Aku telah kehilangan banyak teman. Dan aku baik-baik saja. Tapi yang tak bisa kuterima adalah bahwa aku telah kehilangannya. Ini jam 12.16 pagi. Dan aku bahkan tak bisa terlelap sedikitpun.
Dan aku kembali mengenang segalanya. Kadang aku berpikir, bahkan mereka bukanlah seorang pahlawan yang patut dikenang. Dan setiap malam aku merasa kehilangannya. Kehilangan seorang teman yang tak bisa kuganti sosoknya hingga saat ini. Dan sungguh, itu menyakitkan!
Ku kutuk diriku setiap hari. Andai bisa kukatakan sejuta maaf yang tak bisa kau terjemahkan. Tak ada seharipun yang tak kurindukan bersamamu. Dan aku tetap mencari bagaimana kabarmu saat ini melalui beberapa koneksi.
Meski rumah kita tak terlalu jauh. Tapi aku selalu takut untuk lewati jalan itu. Jadi, aku tak pernah kesana sekarang. Karena sudah cukup bagiku, bagaimana terakhir kalinya kau memperlakukanku. Meski cukup disayangkan, tapi mungkin itulah kenyataannya. Dan sekarang dapat kulihat, kau terasa sangat asing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar