Mungkin yang akan kukatakan adalah "Aku tahu telah tinggalkan sebuah kehidupan, tapi aku terlalu lega hingga aku tak bisa berduka". Aku bahagia disini, tapi aku selalu merindukanmu di tiap menitnya. Tapi itu lebih baik, daripada aku dapat melihatmu, tapi aku terluka di tiap detiknya.
Karena orang itu, duniaku dipenuhi awan hitam. Gadis itu membuatku terluka. Dengan kata-katanya bak belati, telah mengiris habis hatiku yang beku. Dan tiga tahun telah kunikmati pil pahit dan ruangan yang seperti neraka itu.
Bagaimana dia mengutuk, mengumpat, dan mempermalukanku. Itu sudah cukup. Mungkin yang mereka katakan adalah benar. Pengorbanan itu akan selalu ada.
Entah kapan tepatnya jiwa asliku pergi menjauh lalu menghilang. Aku seperti tenggelam beberapa kali untuk waktu yang sangat lama. Dan kau adalah pangeran yang selalu kunanti di tiap malam. Mengukir wajah indahmu dan berkhayal berjalan denganmu adalah sesuatu yang dulu selalu kulakukan.
Tapi kini kau pergi. Jauh dari segala kemungkinan yang kuharapkan. Kau bersama seorang teman yang dulu pernah melukai sekaligus mempermalukanku.
Aku tahu waktu terus berputar. Dan takdirpun ikut berputar pada lintasannya. Tapi aku ingin menunggumu. Ada sesuatu yang tak bisa kujelaskan. Aku ingin bertanya padamu meski aku tak tahu apa kau akan menjawabnya dengan sesuatu yang ingin kudengar.
Dan sekarang adalah ulang tahunnya. 12.46 pagi mungkin itu akan cukup membuatmu tercengang. Mungkin kau akan memberikan selamat kepada teman priamu yang tak bermoralmu itu. Dan yang tak bisa kulakukan adalah membencimu seperti aku membencinya. Dan harga diriku menyuruhmu bersamaku di takdir yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar