Senin, 20 Oktober 2014

Sihir Itu Telah Menghilang




Kau dan aku berada di atas bangunan yang rapuh. Tapi aku tak pernah mengira akan melihatnya hancur. Sesuatu telah membuat matamu menjadi dingin. Dan aku tak bisa mempercayai apapun sekarang.

Kau biarkan aku berdiri melihatmu melangkah pergi. Kau hantui aku di malam sunyi ini. Melodi itu berhenti seakan segalanya telah berakhir. Kau kembalikan segalanya padaku. Dan aku berjalan sendirian.

Sihir itu telah menghilang bersamamu. Kulihat jalanan sepi itu. Tapi segala keberanianku tak mampu melewatinya. Dinding-dinding itu telah lama runtuh. Tapi kukira kita bisa memperbaikinya. Dan kukenang segala hal di September itu.

Dua tahun lamanya kau pergi. Aku masih menunggu kedatanganmu meski tak tampak seperti itu. Kukira jalanan yang sibuk itu akan membawamu kembali kepadaku. Tapi segala tanda ini menunjukkanku bahwa kau tak akan kembali.

Mungkin kau berpikir aku telah melupakanmu. Karena setiap kau menghubungiku, selalu kubiarkan deringan itu menjadi emosi tersendiri untukku. Dan mungkin kau takkan pernah percaya bahwa aku telah ucapkan perpisahan. Kau hubungi aku lagi. Kukatakan padamu "pergilah". Tapi yang kuingin lihat adalah dirimu yang pergi mengejarku. Dan kulihat halaman itu berdebu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar