Tak dicintai oleh siapapun itu sudah biasa. Tak pernah di dengar ataupun
dilihat. Merasa kesepian sepanjang hari di tengah keramaian. Berusaha tertawa
walau itu menyakitkan.
Selalu disalahkan itu sudah biasa. Akan ada saja yang merasa iri. Mereka takkan pernah melihat kesalahannya sendiri. Mereka tak akan meminta maaf. Aku hanyalah sebuah kartu yang sedang kau mainkan.
Membuatku jatuh berkeping-keping itu sudah biasa. Sudah kuketahui bagaimana akhir kisahnya saat kau muncul di hadapanku. Kupikir semuanya akan baik-baik saja. Kupikir jika aku tak mengganggu hidupmu, maka kau juga akan melakukan hal yang sama.
Merasakan perasaan tenggelam itu sudah biasa. Seperti, kau tak bisa mencapai daratan dan mereka hanya menertawakanmu. Merasa tak berguna dan tak tahu cara untuk hidup. Merasakan kesepian yang teramat dasyat dan tak tahu bagaimana tuk menghilangkannya.
Merasa dipermalukan itu sudah biasa. Mereka hempaskanmu ke tanah yang keras dan dingin. Mereka biarkan aku duduk terkulai. Mereka merasa aku menjijikkan. Aku hanyalah sebuah kaleng kecil yang ada di tengah jalan. Mereka menendangku dengan keras.
Tapi, baiklah. Tak apa. Mungkin kau belum mengerti bagaimana cara seseorang menyembunyikan lukanya. Aku berharap kau tahu hidup berubah seperti cuaca. Akan kau dapatkan sesuatu dari yang telah terjadi suatu hari nanti. Kau akan belajar banyak dan itu takkan pernah terlambat.
Selalu disalahkan itu sudah biasa. Akan ada saja yang merasa iri. Mereka takkan pernah melihat kesalahannya sendiri. Mereka tak akan meminta maaf. Aku hanyalah sebuah kartu yang sedang kau mainkan.
Membuatku jatuh berkeping-keping itu sudah biasa. Sudah kuketahui bagaimana akhir kisahnya saat kau muncul di hadapanku. Kupikir semuanya akan baik-baik saja. Kupikir jika aku tak mengganggu hidupmu, maka kau juga akan melakukan hal yang sama.
Merasakan perasaan tenggelam itu sudah biasa. Seperti, kau tak bisa mencapai daratan dan mereka hanya menertawakanmu. Merasa tak berguna dan tak tahu cara untuk hidup. Merasakan kesepian yang teramat dasyat dan tak tahu bagaimana tuk menghilangkannya.
Merasa dipermalukan itu sudah biasa. Mereka hempaskanmu ke tanah yang keras dan dingin. Mereka biarkan aku duduk terkulai. Mereka merasa aku menjijikkan. Aku hanyalah sebuah kaleng kecil yang ada di tengah jalan. Mereka menendangku dengan keras.
Tapi, baiklah. Tak apa. Mungkin kau belum mengerti bagaimana cara seseorang menyembunyikan lukanya. Aku berharap kau tahu hidup berubah seperti cuaca. Akan kau dapatkan sesuatu dari yang telah terjadi suatu hari nanti. Kau akan belajar banyak dan itu takkan pernah terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar