Kupikir kau adalah salah satu dari sekian banyak gadis menjijikkan yang pernah kujumpai. Kurasa kerutan di wajahmu menunjukkan segala sisi burukmu. Dan kupikir harusnya kau pergi ke rumah sakit untuk menyembuhkannya.
Untuk beberapa menit, kupikir kita teman, meski tak sedekat itu. Tapi untuk beberapa menit lainnya kupikir kau adalah penjahat yang sedang mengelabuhiku.
Kau sama dengan ayahmu. Tak bisa mengontrol diri saat berbicara. Dan terkadang hati bekuku terluka. Aku muak dengan segala omong kosongmu yang tak bermutu.
Selalu kudengarkan "ya, aku paham" dari mulutmu saat guru menerangkan. Tapi selalu kulihat bahwa kau tak sepintar itu. Seperti sihilr, segala bujuk rayumu itu mengubah nilai 75 mu itu menjadi 88.
Kau selalu merasa bahwa dirimu hebat. Merasa dunia telah kau kendalikan sekarang. Meremehkan siapa yang sedang berdiri dihadapanmu kali ini.
Aku hanyalah gadis yang tak berguna dimatamu. Tapi apakah kau tak dengar bahwa selalu kudapatkan sesuatu yang kuinginkan?
Apakah kau tak pernah diajari untuk menjadi gadis baik di sekolah menengah pertamamu? Atau mungkinkah ketempramenanmu itu tak mampu luluhkan hati kerasmu itu. Dan kau dengan teman sebangkumu itu seperti satu paket yang menjijikkan. Dan kau masih merasa kau jauh lebih baik dariku??
Jika kau hanya ingin mendengarkan tepuk tangan, maka itu hanya akan menjadi mimpi. Karena takkan kau temukan itu. Semua orang tahu dan kupastikan mereka segera menghindarimu. Dan kan kau temukan dirimu yang tak memiliki siapapun atau apapun.
Percayalah bahwa semua guru membenarkan segala ucapanmu karena kau adalah anak dari seorang guru. Tapi semua orang tahu bahwa kau hanyalah gadis pembujuk yang sangat egois.
Kau hanyalah kerikil dijalanan yang mencoba untuk menghalangiku. Tapi kau tak cukup besar untuk membuatku jatuh terkulai. Jadi pergilah bersama teman sejagadmu dan enyahlah dari hidupku karena kau bukan siapa-siapa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar