Sabtu, 20 September 2014

Merindukannya




Berhentilah mengusikku. Menjauhlah dari bayanganku. Kau tak bisa membuatku terikat seperti ini.

Merasakan sepi dan segala di dalam diriku terasa asing. Menatap kosong dan mencari kebenaran yang ada. Tapi tak kau temukan walau itu hanya satu petunjuk.

Menghirup udara dan kau rasakan sakit menusuk ke dalam jantungmu. Membuat tetesan matamu jatuh seperti api yang sedang membara. Merasakan sesak seakan ada luka sebelumnya. Ingin pergi dari keramaian dan mencoba bertanya pada tembok-tembok yang bisu.

Merasakan frustasi, depresi, dan ingin Tuhan memanggilmu segera. Berharap tak kau temui memori itu dan mencoba menghapusnya. Bahkan angin kencang ini tak mampu membawa segalanya menghilang dengan baik.

Mungkin kau bersenang-senang. Dan mungkin yang mereka tahu hanyalah dirimu yang tak mempunyai masalah. Tertawa dan menceritakan lelucon kepada mereka seakan kau tak punya beban.

Tapi saat semuanya berlalu. Dan malam itu tiba. Akan kau lihat dirimu yang lemah seperti jumat ini. Dirimu yang kacau dan tak tahu apa yang harus kau lakukan. Mencoba untuk tegar tetapi segala kekuatanmu mulai memudar.

Berharap semuanya masih sama walaupun itu terasa menyakitkan. Berharap pria itu disini dan kau bisa melihatnya berjalan melalui jendela itu lagi. Menatapnya yang sedang melewati kelasmu dan hatimu seakan melayang.

Tapi inilah yang kau inginkan. Karena kelasmu yang dulu itu adalah nerakamu. Banyak konflik dan kesalahan yang menimpamu. Banyak pembohong dan orang munafik yang suka berpura-pura.

Tapi kau sangat merindukannya. Pria itu membuatmu ingin memeluknya, menatap bola mata dan senyumnya yang manis seperti gula. Meski dua teman pria itu adalah si pembuat lukamu, tapi kau tetap merindukannya. Seakan keberadaannya memengaruhi kebahagianmu.

Walau kau tak pernah menyapanya. Tak pernah berkenalan ataupun bertatapan langsung dengannya. Tapi yang kau rasakan adalah sesuatu yang menghilang.

Karena sihir yang tak pernah ada di sekolah menengah pertama itu mulai merasuki dan mengganggu ketenangan tidurmu. Mencoba untuk mencintai yang lain, tapi hatimu tak pernah mengijinkannya. Bertanya-tanya akan takdir yang mana yang akan membawa dirimu dan dia menjadi satu bagian yang terhubung satu sama lain.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar