Sabtu, 20 September 2014

Tak Ada yang Bisa Kucintai Selain Diriku


Ini seperti kau terbangun dan tak merasakan apapun yang ada di dalam mimpi burukmu. Seperti terlahir kembali dan terbebas dari beban berat yang telah lama ku tanggung. Yang aku tahu hanyalah aku yang ingin bersenang-senang.

Menertawakan para pria yang telah berani mematahkan harapanku. Membakar segala kenangan baik yang pernah ku lalui bersamanya. Kan kulihat dirinya menghilang bersama kekasih barunya, yang tak pernah ku ketahui sebelumnya.

Menghilang sejenak dari gadis munafik itu. Dan yang ingin kuberitahu adalah aku tak pernah menganggapmu sebagai teman, bahkan jika saat kau mencoba tuk melakukannya. Dan bahkan jika kau adalah teman sekelasku.

Bertemu dengan orang-orang baru dan bersenang-senang. Hal yang tak terjadi saat aku ada di sekolah menengah pertama. Kan kulihat kau dengan cahaya palsumu. Kan kudengar mereka mengatakan kau gadis beruntung. 

Kau adalah gadis tak tahu malu yang kubiarkan menang kali ini. Gadis munafik yang melanggar janji mu sendiri. Masih bisa kuingat bagaimana kau menghinaku. Tapi kali ini kulihat kau menggali kuburanmu sendiri. Dan kau masih tak mengerti?

Kan kupastikan kau hidup dalam penyesalan. Kan kupastikan kau menderita disetiap menitnya. Kau akan ingat segalanya tapi kau takkan bisa lakukan apapun.

Akan kutertawakan para mantan yang bergabung menjadi satu di sekolah. Entah mereka membicarakan keobsesian ataupun kegilaanku. Tapi aku akan bertemu orang-orang baru disini. Bercanda dan merasakan kebebasan. Bernyanyi, menari, dan lakukan hal gila lainnya. Bermain, bertaruh, dan menertawakan gadis yang mengira dirinya populer.

Tak ada yang bisa kucintai selain diriku, sekarang. Kan kubuat diriku merasa bahagia. Takkan kutengok bahkan jika itu adalah pria tampan yang melewatiku. Menjadi gila dan tak merasa malu tuk mengakuinya.

Meletakkan sabuk di kepalaku dan bersalaman dengan orang satu kelas karena kalah bertarung. Mereka mengatakan aku gila, tapi itu tak masalah. Menertawakan guru yang tak pernah mengganti sepatunya, dan menulis lagu tentangnya yang menyebalkan.

Entah diriku yang dulu pemurung itu telah berubah. Karena ku tahu segalanya dapat berubah. Ku biarkan penyesalanku berhenti saat ini juga. Karena ku tahu merekalah yang pantas menyesal.

Terserah jika kau katakan aku telah berubah. Karena ku tahu segalanya takkan ada di jalan yang sama untuk setiap saat. Aku tetaplah aku, entah sikapku yang telah membuatmu asing atau entah hidupku yang membuatmu tak percaya, aku tak peduli. Karena kau tak bisa menjegalku untuk kedua kalinya. Karena kata-katamu tak bisa membuat hidupku cukup berarti. Karena aku tak pernah membuatmu terkesan, jadi biarkan aku yang mengambil alih segalanya, sekarang!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar