Jumat, 15 Agustus 2014

Monster


Siapa yang akan menyangka. Luka yang kau tutup, akhirnya terbuka juga. Sama seperti perkiraanku sebelumya.

Kau datang untuk menghapus bekas lukaku. Dan kau pergi meninggalkan luka baru. Menyayat lebih dalam diatas luka yang belum sembuh.

Kau gores semua itu dengan kejamnya. Menari-nari diatasnya seakan tak ada apa-apa. Jika kau tanya sakit, itu sudah jelas bagimu.

Kupikir kau orang baik. Kupikir kau adalah orang yang akan melindungi ku dari rasa sakit. Kupikir kau adalah orang yang akan membawaku ke negeri fantasi. Ketempat dimana aku tak perlu merasakan sakit.

Tapi itu sungguh salah. Kau membawaku ke dunia yang tak pernah kutemui sebelumnya. Ke dunia dimana hanya kau yang dapat mengendalikan keadaannya. Dan di dunia itu aku selalu salah dimatamu. Kau tarik ulur hatiku hingga aku tak berdaya. Lalu kau tenggelamkan aku ke dalam air keruh yang dalam itu. Membawaku terbang keangkasa, lalu kau lepaskan aku dari genggamanmu dan membiarkanku jatuh terluka.

Mungkin aku terlalu naif. Mengira bahwa semua orang adalah baik. Aku terlalu banyak berkhayal dapat dilindungi oleh pangeran tampan yang baik hati selayaknya yang ada di negeri dongeng.

Kau datang padaku sebagai iblis yang menyamar menjadi pangeran tampan itu. Memperlakukanku dengan manis hingga aku lupa rasanya pahit. Kau membuat ku merasa terbang tanpa sayap. Hingga akhirnya kau campakan aku di tempat sepi dan kelam itu. Membuatku merasa bingung dan takut.

Dan saat perkiraanmu tak benar, kau akan menyalahkan dirimu sendiri. Dan itu yang kulakukan. Kusalahkan hati dan pikiranku yang telah membuatku masuk kedalam rencana jahatmu.

Lalu kau datang lagi selayaknya monster di kehidupan ku yang lain. Tapi kawan, aku sudah merasa kebal. Tak akan ada yang dapat meruntuhkanku, meskipun itu engkau. Cobalah mengejarku jika kau bisa. Cobalah untuk membuatku jatuh. Kali ini, aku tidak akan kalah darimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar