Aku menjadi khawatir dan semakin khawatir. Aku takut keberadaanku tak dianggap.
Aku takut saat didepanmu. Kelu rasanya untuk berbicara. Seakan takut akan
kejadian buruk yang terjadi setelah aku berbicara kepadamu. Tapi aku terus
mendekatimu. Entahlah, tubuhku selalu dengan sengaja mendekat ke auramu tanpa
aku sadari. Saat aku benar-benar menghindar, takdir malah membuat kita semakin
bertemu dan bertatap muka seakan dia tidak rela kalau hidupku menjadi tenang.
Seperti bermain api. Kaulah apinya. Aku tanpa sadar mendekat, tapi tak kunjung
memainkannya. Seakan ragu dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Jelas kau nampak berbeda dari engkau yang sebelumnya. Aku melihat kau bukanlah dirimu yang sebenarnya. Dan perasaan itu menjadi semakin membingungkan saat aku berpikir mungkin itulah dirimu. Dan dirimu yang dulu hanyalah topeng untuk menutupi kekuranganmu. Akhh.. Atau mungkin akulah yang bodoh. Mungkin kau yang baik hanyalah ada dikhayalanku, bukan senyatanya dirimu. Mungkin aku hanya melihat dirimu dari sisi pandangku. Jelas-jelas semua orang mengatakan kau adalah pria yang buruk. Tapi kenapa aku seakan buta. Seakan tuli. harusnya aku sadar bahwa mereka benar.
kulihat kau berkata kasar. Sama seperti saat kau berkata kasar padaku. Dan aku semakin bodoh karena masih berbaik hati untuk kenyataan buruk ini. Apakah pengaruh teman-teman mu yang dulu itu membuatmu termotivasi untuk menjadi seorang pria yang menyedihkan? Yang hanya dapat mengendalikan emosi? Itukah dirimu?
apakah dulu kau tak pernah memikirkanku meskipun hanya sekali? Meskipun hanya satu menit? Tidak adakah suatu kenangan masa lalu yang dapat memasukkanku kedalam otakmu bersama kenangan yang ingin kau ingat? Jika kau manusia, pasti kau akan ingat? Lalu kenapa kau bersikap lebih dingin? Bahkan kau bukan seorang vampir. Tidak bisakah kau bersikap hangat? Akhh.. Mungkin benar… saat kau mengingatku kau hanya mengandalkan emosi bukan akal sehat, apa betul seperti itu? Apa sebesar itu kau membenciku?
Kau bersikap seolah kau sutradara. Membuat skenario sesukamu dan memberinya pada pemeran-pemeran dengan semaumu. Tapi aku tidak sebodoh itu. Tidak sebodoh seorang yang kau jadikan pacar dalam waktu tiga jam. Dan tentu saja sekarang skenario mu menjadi berantakan. Bukankah kau membuatnya untuk berbuat semaumu? Akhh.. BINGO. Mungkin malah sebaliknya. Drama mu berakhir dengan hebat?!! Mungkin saja tujuanmu adalah membuat para wanita yang sudah terpesona dengan kebaikanmu menjadi sakit dan patah hati.
Jelas kau nampak berbeda dari engkau yang sebelumnya. Aku melihat kau bukanlah dirimu yang sebenarnya. Dan perasaan itu menjadi semakin membingungkan saat aku berpikir mungkin itulah dirimu. Dan dirimu yang dulu hanyalah topeng untuk menutupi kekuranganmu. Akhh.. Atau mungkin akulah yang bodoh. Mungkin kau yang baik hanyalah ada dikhayalanku, bukan senyatanya dirimu. Mungkin aku hanya melihat dirimu dari sisi pandangku. Jelas-jelas semua orang mengatakan kau adalah pria yang buruk. Tapi kenapa aku seakan buta. Seakan tuli. harusnya aku sadar bahwa mereka benar.
kulihat kau berkata kasar. Sama seperti saat kau berkata kasar padaku. Dan aku semakin bodoh karena masih berbaik hati untuk kenyataan buruk ini. Apakah pengaruh teman-teman mu yang dulu itu membuatmu termotivasi untuk menjadi seorang pria yang menyedihkan? Yang hanya dapat mengendalikan emosi? Itukah dirimu?
apakah dulu kau tak pernah memikirkanku meskipun hanya sekali? Meskipun hanya satu menit? Tidak adakah suatu kenangan masa lalu yang dapat memasukkanku kedalam otakmu bersama kenangan yang ingin kau ingat? Jika kau manusia, pasti kau akan ingat? Lalu kenapa kau bersikap lebih dingin? Bahkan kau bukan seorang vampir. Tidak bisakah kau bersikap hangat? Akhh.. Mungkin benar… saat kau mengingatku kau hanya mengandalkan emosi bukan akal sehat, apa betul seperti itu? Apa sebesar itu kau membenciku?
Kau bersikap seolah kau sutradara. Membuat skenario sesukamu dan memberinya pada pemeran-pemeran dengan semaumu. Tapi aku tidak sebodoh itu. Tidak sebodoh seorang yang kau jadikan pacar dalam waktu tiga jam. Dan tentu saja sekarang skenario mu menjadi berantakan. Bukankah kau membuatnya untuk berbuat semaumu? Akhh.. BINGO. Mungkin malah sebaliknya. Drama mu berakhir dengan hebat?!! Mungkin saja tujuanmu adalah membuat para wanita yang sudah terpesona dengan kebaikanmu menjadi sakit dan patah hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar