Jumat, 15 Agustus 2014

Pecundang




kudengar seseorang mengatakan jangan terlalu meratap. Dan kini kalimat itu membuatku terdampar di suatu pulau yang tak kutahu namanya.

Mereka selalu mengatakan aku curang. Memang curang semacam apa yang kulakukan? Bukankah gadis itu lebih dari kata curang??

Dulu dia katakan bahwa dia takkan menjadi sama sepertiku. Dan bisa kulihat sekarang. Dia dan aku memang tak sama. Ternyata dia lebih jahat. Lebih angkuh. Dan lebih curang.

Akan ada saatnya saat kau merasakan hal yang sama sepertiku yang dulu karena ulahmu. Kau akan menyesal. Kau akan berharap kau bisa mengulangi segalanya dan memperlakukan waktu dengan baik.

Karena kau liar. Kau hanyalah pembohong besar yang hanya memiliki sebuah keberuntungan yang bisa kusebut kerugianmu pula. Kau miliki teman yang sama derajatnya sepertimu. Kalian sama.

Kau membuatku terhuyung untuk kesekian kalinya. Segala kata kejam yang menancap di permukaan hatiku seperti paku yang kau tancapkan berulang-ulang. Kau biarkan aku berdiri diatas segala ketakutanku sendiri. Membuat gadis berusia 12 tahun itu merasakan kepahitan takdir untuk kedua kalinya. Menghancurkan segala harapannya di kertas kusam itu. Kau remas segala harapan itu dan membuangnya secara tak sopan di tempat pembuangan.

Dan aku hanya bisa diam dan meratapinya. Aku berpikir mungkin aku akan menjadi gila untuk beberapa saat. Kau biarkan gadis itu sendirian tak memiliki teman. Kau buka segala kecurangan yang kuyakini tak hanya dia yang melakukannya. Bahkan mulutmu tak lebih dari sampah masyarakat. Yang penuh dengan kebusukan dan kejahatan.

Dan aku hanyalah gadis yang tak bisa melawan segala ucapanmu. Jadi ku tundukkan wajahku dan berjalan melewatimu. Kututupi rapat-rapat segala luka dan kehidupan kelamku. Dan mereka hanya berkata "kenapa kau selalu diam?"

Akan ada saatnya semua memori itu berputar di otakmu. Dan aku berani bertaruh bahwa itu akan membuatku terjaga setiap malam. Kau akan menyesal. Dan aku akan melawan segala ketakutanku karena derajatku lebih tinggi darimu.

Jadi pergilah ke tempat yang tak bercahaya. Bersembunyilah kau dari segala cahaya itu. Karena akan kupastikan bahwa cahaya itu adalah diriku yang sedang bersinar. Dan kau hanyalah pecundang di halaman terakhir kisah ini.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar