Entah ini perasaan cinta atau semacamnya. Kau
meninggalkan banyak tanda tanya untukku. Kau buatku melayang bahkan hanya saat
namamu muncul di depan layarku. Kau buat aku mengelilingi dunia fantasi yang
sudah lama tak kukunjungi. Kau membuatku menanam benih harapan di taman
khayalanku lagi. Aku bahkan tak bisa berpikir panjang untuk menyimpulkan
perasaan apa ini. Yang kutahu hanyalah diriku yang sedang jatuh cinta.
Aku bahkan tak memikirkan bahwa mungkin saja nanti aku akan sakit. Aku tak berpikir segala bahaya yang ada didepan. Yang kutahu hanyalah aku yang sedang membuat kisah fantasi dengan akhir bahagia bersamamu. Yang kupikirkan hanyalah segala kemungkinan kita.
Bisa kurasakan betapa besarnya kekaguman ini. Dan dikilas balik, aku telah menyukaimu walau tak sebesar ini. Aku kagumi kau secara diam-diam dan berharap kau akan tetap sama. Tetap tak banyak dikenal agar hanya aku yang bisa menyukaimu, dan aku tak harus bertaruh untuk mendapatkanmu.
Ini adalah kisah cinta. Sebuah kisah yang buta tapi memabukkan. Sebuah kisah yang bersedia mendapatkan rasa sakit dan akhir memilukan. Kisah tiga tahun lamanya namun tak kunjung menemukan akhir. Kisah cinta yang dalam tiga tahun selalu bertambah sedikit demi sedikit.
Dan tak ada sedikitpun keraguan dalam jiwa ini. Tak peduli kau adalah teman dari seseorang yang telah membuatku menyukainya sekaligus membencinya pada waktu yang bersamaan. Aku tak peduli tentang temanmu yang telah membuat hidupku penuh keterpurukan. Entah berapa banyak orang yang telah mengetahui kebodohanku saat menyukainya. Bahkan aku tak berpikir bahwa mungkin saja kau adalah salah satu dari mereka yang mengetahui nya.
Tapi terkadang, saat aku benar-benar melayang jauh karenamu, sebuah alarm seakan mengingatkanku agar tak terlalu percaya. Dan kadang, itu membuatku kembali lagi kedunia nyataku. Ke dunia yang sama sekali tak sama dengan dunia yang telah kubuat di negeri dongengku. Dan setelah aku benar-benar tersadar akan kemungkinan kita, aku pikir ini tak akan berakhir dengan bahagia. Dan aku pikir ini bukan ide bagus untuk masuk ke skenario kehidupan nyataku.
Aku terlalu takut untuk jatuh pada kesalahan yang sama. Mungkin saja itu bukan kode yang sengaja kau berikan agar aku tahu kau terpikat. Mungkin saja itu hanyalah kesimpulan sempit otakku. Dan ini membuat satu langkah lebih dekatku padamu menjadi tak berarti. Karena segala kenyataan ini membuatku melangkan lima langkah mundur darimu.
Aku hanya tak ingin sedikitpun menyentuh kehidupanmu. Kau adalah air yang tenang. Jadi takkan kubiarkan tanganku menyentuhmu. Bahkan jika rasa ini semakin menguat. Aku tak ingin masuk kedalam duniamu. Bukan hanya karena aku takut kembali terluka. Aku hanya takut membuat air yang tenang itu menjadi ombak yang menghancurkan istana pasir milik orang lain dan orang-orang akan mengiranya sangat jahat. Aku hanya tak mau kau menjadi sama sepertiku.
Karena saat kau bersamaku. Segala sikap burukku akan memengaruhimu dan akan membuatmu menjadi sama sepertiku. Dan aku tak ingin kisahku terlalu rumit seperti itu. Jadi akan kubiarkan kau menjadi air yang tenang. Akan kubiarkan kau menjadi pangeran tampan yang memesona, sampai pada akhirnya akan kudapati kau bersama putri yang akan membuatmu sempurna.
Aku bahkan tak memikirkan bahwa mungkin saja nanti aku akan sakit. Aku tak berpikir segala bahaya yang ada didepan. Yang kutahu hanyalah aku yang sedang membuat kisah fantasi dengan akhir bahagia bersamamu. Yang kupikirkan hanyalah segala kemungkinan kita.
Bisa kurasakan betapa besarnya kekaguman ini. Dan dikilas balik, aku telah menyukaimu walau tak sebesar ini. Aku kagumi kau secara diam-diam dan berharap kau akan tetap sama. Tetap tak banyak dikenal agar hanya aku yang bisa menyukaimu, dan aku tak harus bertaruh untuk mendapatkanmu.
Ini adalah kisah cinta. Sebuah kisah yang buta tapi memabukkan. Sebuah kisah yang bersedia mendapatkan rasa sakit dan akhir memilukan. Kisah tiga tahun lamanya namun tak kunjung menemukan akhir. Kisah cinta yang dalam tiga tahun selalu bertambah sedikit demi sedikit.
Dan tak ada sedikitpun keraguan dalam jiwa ini. Tak peduli kau adalah teman dari seseorang yang telah membuatku menyukainya sekaligus membencinya pada waktu yang bersamaan. Aku tak peduli tentang temanmu yang telah membuat hidupku penuh keterpurukan. Entah berapa banyak orang yang telah mengetahui kebodohanku saat menyukainya. Bahkan aku tak berpikir bahwa mungkin saja kau adalah salah satu dari mereka yang mengetahui nya.
Tapi terkadang, saat aku benar-benar melayang jauh karenamu, sebuah alarm seakan mengingatkanku agar tak terlalu percaya. Dan kadang, itu membuatku kembali lagi kedunia nyataku. Ke dunia yang sama sekali tak sama dengan dunia yang telah kubuat di negeri dongengku. Dan setelah aku benar-benar tersadar akan kemungkinan kita, aku pikir ini tak akan berakhir dengan bahagia. Dan aku pikir ini bukan ide bagus untuk masuk ke skenario kehidupan nyataku.
Aku terlalu takut untuk jatuh pada kesalahan yang sama. Mungkin saja itu bukan kode yang sengaja kau berikan agar aku tahu kau terpikat. Mungkin saja itu hanyalah kesimpulan sempit otakku. Dan ini membuat satu langkah lebih dekatku padamu menjadi tak berarti. Karena segala kenyataan ini membuatku melangkan lima langkah mundur darimu.
Aku hanya tak ingin sedikitpun menyentuh kehidupanmu. Kau adalah air yang tenang. Jadi takkan kubiarkan tanganku menyentuhmu. Bahkan jika rasa ini semakin menguat. Aku tak ingin masuk kedalam duniamu. Bukan hanya karena aku takut kembali terluka. Aku hanya takut membuat air yang tenang itu menjadi ombak yang menghancurkan istana pasir milik orang lain dan orang-orang akan mengiranya sangat jahat. Aku hanya tak mau kau menjadi sama sepertiku.
Karena saat kau bersamaku. Segala sikap burukku akan memengaruhimu dan akan membuatmu menjadi sama sepertiku. Dan aku tak ingin kisahku terlalu rumit seperti itu. Jadi akan kubiarkan kau menjadi air yang tenang. Akan kubiarkan kau menjadi pangeran tampan yang memesona, sampai pada akhirnya akan kudapati kau bersama putri yang akan membuatmu sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar