Entah ini ilusi atau hanya sebatas kekagumanku padamu. Atau mungkin ini hanyalah salah satu dari kebodohanku. Kuanggap yang diceritakan peri itu adalah dirimu seutuhnya. Nama yang sama yang cukup melukaiku.
Nama yang dia ceritakan, yang kupikir itu adalah dirimu. Sampai aku menangis saat malam tiba padahal kutahu besok kan ada hari indah yang telah menanti diriku. Di hari itu akan ada tiga hari yang akan menyibukkanku. Yang mungkin saja, waktu akan memisahkanku dari pikiran tentangmu. Di hari dimana aku akan memulai kehidupan baru yang tak kutahu akan jadi apa diriku.
Tapi ditanggal 18 aku menyadari segalanya dengan sebuah fakta di layar monitorku. Ku telusuri laman yang dimiliki gadis itu. Dengan sedikit akal licikku, aku mengetahui segalanya.
Dia bukan kau. Yang gadis kecil itu ceritakan bukanlah kau. Kisahnya bukanlah tentang dirimu. Dan kini aku merasa seakan aku gila. Entah darimana datangnya segala kekeliruan ini. Segala kekeliruan yang membuatku menangis untukmu. Segala kekeliruan yang membuatku menyesal telah menyia-nyiakan waktu.
Ingin kuputar kembali waktu, tapi aku tidah bisa. Jadi akan kubiarkan takdir menemui jalannya. Entah ditakdir yang mana kita bisa bertemu, berkenalan, saling menyapa, saling bercanda, atau mungkin bisa menjadikanmu sebagai milikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar