Selasa, 02 Juni 2015

Kau Hanyalah Berita Buruk

Sekarang kita menjadi begitu asing, aku bahkan meragukan pertemanan kita selama ini. Kau hanya terus menghindar, mengira aku tak mengerti tujuanmu. Kau mendekapku begitu dekat hanya untuk menusukku jantungku lebih dalam. Dan tak bisa kupercayai dirimu kali ini. Yang kau lakukan hanyalah menendangku begitu keras dari batasanku.

Kau gunakan mantramu untuk mengelabuhuiku. Dan semakin jauh kita berdansa di atas ruangan yang kita sebut panggung permainan, semakin kutahu sikap aslimu. Jangan berpikir aku terlalu naif untuk melihat gambar aslimu! Kau bisa saja gunakan topengmu dan menari seakan tak ada apa-apa, tapi mata tajam ini akan selalu terarah padamu seperti panah yang siap mengenaimu kapanpun, dimanapun.

Jadi diamlah sekarang sebelum kutulis dirimu di daftar teratas pengkhianat yang menipuku. Teman-teman barumu itu mungkin lebih menyenangkan, tapi jangan sekali-kali kembali padaku saat mereka mengacuhkanmu! Aku tidak mudah dimanfaatkan, dan aku lebih tidak mudah untuk memafkaan. Kau bermain dengan orang yang salah di semester ini. Lihatlah siapa yang menipu siapa?

Mereka pintar dan lumayan populer, tapi wanita sepertimu sungguh mengenaskan. Kau tak mengenalku dengan baik, tapi aku cukup mengenal siapa yang sedang ada di depanku. Aku tak pernah memahami seperti apa hubungan kita sebenarnya. Kau hanyalah berita buruk dari awal aku bertemu denganmu, dan kebodohanku adalah berpura-pura memahaminya meski aku sangat muak.

Suara ringanmu, tatapan sayumu menandakan kaulah yang patut kuawasi. Kaulah satu-satunya masalah yang ada disini. Dulu aku selalu berpikir bahwa kau bisa dipercaya. Luka sudah ada di depan mata, tapi aku pernah mengalami ini sebelumnya, jadi lihatlah bagaimana aku bisa membalas tendanganmu!

Sungguh buruk saat memikirkan hal-hal yang indah bersamamu. Kau hanya hidup demi dirimu. Ini takkan pernah tersembuhkan oleh waktu. Kau hanyalah pembuat luka tanpa memberi penawar untukku. Tak perlu meminta maaf karena itu akan merendahkanmu. Aku bahkan tak tahu kau anggap siapa diriku. Yang kutahu hanyalah kini aku melihat masalahnya, dan kau takkan pernah bisa menyelesaikannya meski dengan rumus gilamu sekalipun.

Jadi pergilah ke neraka dan ungkapkan keberhasilan misi terbaikmu pada setan yang ada disana. Sampaikan salamku pada malaikat penjaga neraka. Dan jika bisa, jangan pernah muncul lagi di hadapanku karena aku merasa muak! Dan jika itu tidak bisa, maka jangan pernah berpikir untuk meminta bantuanku lagi secara percuma!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar