Ada satu hal yang tak kutahu. Saat melihatmu aku tak bisa melakukan apapun. Tidakkah kau tahu, aku ingin mengajakmu menari di tengah jalan itu, dengan jaket merah yang kau kenakan ?
Melihat ke belakang jalan, menanti kedatanganmu. Dan kau muncul secara tiba-tiba, disaat aku tak ingin mengetahui apapun. Temanku lari, dan kau berjalan dengan cepat. Aku pikir kau sangat keras kepala.
Di barisan penumpang, saat kau menutup kepalamu dan membaringkannya di tasmu. Saat aku mencoba keras untuk diam-diam melihatmu. Menekan bel, dan saling melewati trotoar. Dua jaket, merah muda dan merah tua. Seperti dua malaikat maut.
Di malam hari, saat aku mendapatkan demam. Mulai memimpikanmu dengan kompresan di kepala. Seperti telah tercuri. Kau tinggi dan tampan. Mantan OSIS dan ketua SKK.
Tanggal 12, saat aku melihatmu di tempat parkir. Dengan kacamata, dan senyum yang indah. Tidakkah kau tahu, aku memikirkanku sepanjang perjalanan pulang? Melihat pernikahan yang meriah di jalan, mengingatkanmu padamu.
Hari Jumat, saat aku terluka untuk kedua kalinya. Berpikir, aku selalu mendapat bencana setelah bertemu denganmu. Tapi, kusukai renyah tawamu. Tidakkah kau berpikir untuk bersamaku? Lompat dan jatuhlah padaku!
Aku suka rambut barumu. Aku tak pernah segembira ini. Tapi, kau adalah kakak kelas yang menyebalkan. Di depan teman-temanku, aku membencimu. Saat bertemu denganmu, aku menyukaimu. Melihat status di facebook mu. Entah untuk gadis yang mana. Berpikir kau menyukai kakak kelas. Tapi aku tak peduli, karena kuinginkan dirimu. Jadi, mendekatlah dan lebih mengenalmu!
Dunia ini akan menendangmu, tapi aku akan menangkapmu. Mereka membuatmu berlutut, merangkak, tapi aku akan selalu bersamamu. Kemarilah, katakan sesuatu yang ingin kudengar. Setiap kau tersenyum, aku juga. Jatuhlah padaku! Aku akan menangkapmu dengan begitu lembut. Hey, kakak kelas! Aku punya 38 alasan kenapa kau harus menyukaiku. Orang yang kau sukai mungkin dia cantik, tapi beranikah dia menuliskan ini untukmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar