Jumat, 13 Februari 2015

Gadis Rumahan


Mencoba mencari celah untuk mendapatkan kebebasan. Apa yang akan kau pikirkan, jika aku menghilang satu hari saja? Akankah kau merindukanku? Atau, itu tidak akan pernah terjadi?

Tidur semalaman, kupikir aku tidak akan apa-apa. Seakan kenyataan lebih buruk dari mimpi terburuk. Hal tersulit adalah saat aku tidak tahu tentang diriku. Melihatmu berbincang dengan banyak orang di hari Rabu dan Kamis, membuatku merasa ingin menjauh.

Aku hanyalah gadis rumahan, yang tak terlalu penting menjadi populer. Seakan aku tak perlu mengikuti eksul gila yang menjijikkan. Tapi kita sangatlah berbeda. Seperti awan dan langit, dilihat dari jauh seakan menyatu, tapi, dari dekat awan hanya menggantung pada udara. Dalam mimpiku yang sangat jauh, kita bisa bersama. Tapi dalam kenyataan pahitku, kita hanyalah 2 unsur yang tak pernah bisa menjadi senyawa.

Di setiap malam, disaat aku sangat muak, aku merasa aku tak memiliki kemampuan apapun layaknya Nobita. Tapi dia memiliki Doraemon, dan aku tak memiliki siapapun yang akan memercayaiku. Merasa seperti pemeran pengganti yang tak bisa naik menjadi pemeran utama. Seperti pemeran tanpa dialog. Ada, tapi tidak berguna.

13 Februari, apa kau tidak merasa merindukanku? Hal tersulit adalah saat menjaga keseimbanganmu untuk tidak terjatuh dalam sebuah perjalanan panjang. 2 kali berturut-turut, tepat di hari Jumat. Saat aku harus kembali pulang dengan luka di kaki dan tangan. Tanggal 14 tak menjadi penting. Aku bertanya-tanya, bagaimana kau berpikir tentang diriku?

Ceritakan padaku, bagaimana untuk keluar dari zona ini? Melupakanmu, sepertinya hal terbaik. Kau bahkan salah menyebut namaku. Sungguh miris saat memulai tulisan ini. Jadi apa yang harus kulakukan untuk hidup? 3 tahun adalah perjalanan panjang. Akankah aku mampu membodohi diriku?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar