Satu tahun lalu, saat kau menemukan dirimu tidak nyaman untuk pertama kalinya. Topik mereka hanyalah tentang tugas sekolah, dan tentang pria yang mereka kira tampan. Di situlah dirimu, saat semua anggapanmu tak bisa menolongmu.
Tak mengetahui bagaimana untuk tetap tinggal dan bermain aman. Sangat sulit untuk melakukannya di awal. Mencoba bangkit dan yang kau temukan hanyalah rasa kesepian. Teman hanya seperti lawanmu dalam perang. Berkompetisi dengan keras sampai kau lupa cara untuk tertawa. Lalu, datanglah seorang pria yang sangat buruk. Mencoba membuatmu menyukainya, lalu meninggalkan semuanya.
Disinilah kau sekarang, saat berusaha menyembuhkan lukamu untuk kedua kalinya. Perkataan mereka sangatlah jahat. Mengkritik setiap hal yang kau lakukan. Bersembunyi dalam rambut yang tergerai. Berharap neraka itu telah pergi. Berpura-pura tertawa dengan setiap kepedihan yang ada.
Yang kau inginkan sekarang hanyalah menangis dan mengikatnya dalam sebuah senyuman. Tapi, kini kau mulai tangguh. Mencoba keluar dari garismu, dan melewati dua garis lainnya dengan sempurna. Menarik napas terpanjangmu, dan satu langkah lebih depan dari pembohong gila itu.
Kemudian pria itu datang lagi dengan kalimat yang lebih kejam, dan membuatmu kembali berharap pada sesuatu yang menggantung. Mungkin kau sangat menginginkan cinta sejati. Tapi kau salah lagi dalam hal ini. Karena itu bukan harga yang harus kau bayar. Dia hanya akan membuang waktumu.
Dijadikan permainan di setiap sisinya dengan tempat dan waktu yang berbeda. Berjalan di dunia yang lebih kejam. Bertambah dewasa dan mulai mengerti aturannya. Mungkin hari ini adalah hal yang menyakitkan untukmu. Bermimpi dengan akhir yang indah, tapi mereka menjatuhkan mu ke dasar untuk kesekian kalinya.
Jadi teruslah berlari, mereka tak pernah menyangka kau akan ada dalam jalan ini. Karena kau memiliki sesuatu yang mereka tidak punya. Mereka hanyalah berlian yang belum diasah. Tapi kaulah bintangnya kali ini. Pengkritik ada dimana-mana. Bahkan kau pun begitu. Tak usah ditanggapi, kau hanya perlu melawan mereka yang jumlahnya lebih banyak darimu. Menendangnya keluar dan menghentikan mereka yang menghalangi jalanmu.
Mungkin kau berpikir tak ada yang berpihak padamu. Berpikir kau hanyalah gadis yang diasingkan dari kerumunan. Merangkak keluar dari setiap jalur, dan kembali pulang. Tapi akan kukatakan padamu sekali lagi, "Kau hanya perlu menutup mata dan telinga. Berjalan keluar dari situasi gila itu dan membuktikan kemampuanmu". Dan sekarang, cobalah menjadi lawan yang sesungguhnya. Mereka mungkin memiliki segalanya, tapi kau sangat tahu kau bisa melaluinya dan menghukum yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar