Kita terlalu mudah untuk mengerti segalanya dengan begitu buruk. Kita saling berjanji dan saling melanggar satu sama lain. Aku pikir semuanya akan berjalan dengan indah bersamamu. Tapi, kau tak melihat ada jurang di depan sana. Yang akan memisahkan kita di waktu dekat.
Kita berpisah sekarang. Dan aku mulai mengerti saat aku bertambah dewasa. Untuk apa bertengkar untuk sesuatu yang tak berguna, jika kita bisa bersenang-bersenang dan saling menyakiti satu sama lain? Kita saling kehilangan akal. Dulu cinta ini begitu gila. Dulu kita terlalu banyak bicara. Dan kini segala kata-kata menghilang dan terbang ke awan.
Ucapan ulang tahun yang takkan kudapatkan lagi. Kau pergi dan tak katakan alasannya. Ku biarkan kau pergi dengan perasaan tenggelam ini. Kita saling marah sampai waktu dengan tepat berlalu.
Meneriakkan namamu di dinding yang rapuh . Saling menghantui satu sama lain. Dan aku akan menjadi mimpi terburukmu yang ingin kau ulang. Kebersamaan itu menyakitkan. Di usiaku yang ke 13, pikiran selalu berubah seperti jam di dinding. Dan kau terlalu takut untuk mengucapkan permintaan maaf yang sudah ada di ujung lidah kelumu itu. Kau inginkanku kembali dan berlari bersamamu dari dunia yang menyedihkan ini.
Keegoisan ini mengakhiri kisah yang harusnya belum usai. Kau hubungi aku lagi, dan iblis ini benar-benar merasukiku. Kita saling mencari tahu kabar satu sama lain. Tapi kau terlalu takut untuk mengatakan "hai" kepadaku.
Takkan ada lagi ponsel yang berbunyi pada jam 3. Takkan ada lagi pesan manis yang akan membangunkanku untuk melakukan sahur. Saling mendapatkan dan kehilangan satu sama lain. Mendapatkan awal yang bahagia dan akhir yang menyedihkan. Seperti tragedi pembunuhan, kau adalah tersangka yang ingin kuhakimi.
Sesuatu yang membingungkan akan terjadi. Seperti bait yang akan merasuki setiap sudut otakmu. Foto di laman facebook dan segala komentar gila. Tak ada yang benar ataupun salah. Hidup selalu berputar dan akan ada saatnya kita bosan dan ingin pergi. Saat kita pergi, akan ada saatnya pula kau rindukan jalan pulang. Kita saling merindukan dan begitulah cara kisah ini berawal, berakhir dan berharap berawal kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar