Sabtu, 06 Desember 2014

Cerita yang Selalu Ingin Kudengar


Jalanan ini dulu membawa kita kembali. Tapi kini mereka membuatmu pergi dariku. Kau tinggalkan luka yang begitu sempurna, untuk gadis yang selalu patah ini. Maka akan kuulang lagu ini. Seperti mengulang kenangan yang tak penah terlihat olehmu.

Pisau ini sangat menyayat hatiku. Dan kau hanyalah satu-satunya yang bisa membuatku menjadi diriku. Hal gila ini telah membawa emosi yang yang tak bisa kujelaskan. Ini seperti diriku yang sedang kehilangan sesuatu yang membuatku terbiasa dengan kalimatnya. Ku tahu, kau juga akan pergi seperti yang lain. Tapi tak pernah ku sangka kau tak ucapkan selamat tinggal ataupun kalimat yang mungkin bisa menenangkanku.

Kau mencoba kembali dan aku hampir melakukannya. Kalimat yang akan selalu menggantung di sudut kepalaku. Seperti menahan beban berat yang tak kau ungkapkan. Waktu akan berputar tanpa kau sadari, dan itu tak bisa membawamu kembali. Tak pernah kurasakan perasaan ini sebelumnya. Di setiap ruangan, aku melihatmu. Aku merindukan dirimu yang dulu mencoba membuatku tertawa. Dan yang selalu kutahu adalah aku bisa tertawa meski itu tanpa mu.

Itu adalah masa tersulitku. Dan kehidupan yang sibuk akan datang menghakimimu. Kita akan merasa kehilangan sekaligus menyesal . Kau ceritakan padaku di malam  Jumat yang mengerikan. “Bantal akanmenjadi nisanmu, dan guling akan menjadi kayu penyanggamu”.

Berlari ketakutan dari dunia  yang menyakitkan. Kau bawa aku ke dunia fantasi yang sangat indah. Dongeng hanyalah sebuah cerita yang akan menjadi penutup hari cerahmu.  Dan kau adalah cerita yang selalu ingin kudengar.

Kehilangan kendali dan kembali seperti tak saling kenal. Perasaan menjauh yang akan selalu mengikuti pikiranmu. Angin akan menjadi topan jika kau tak dapat mengendalikannya. Dan bunga mawar akan menjadi duri tak kasat mata, jika kau terlalu buta.

Semummu akan menerangi kota kecil ini. Menarilah dan jangan bertambah dewasa. Cukup kau dan aku. Kembalikan aku ketempat yang akan membuat kita bisa bersama. Berikan hujan untukku yang akan mengusir kenangan buruk ini. Dan aku kuberi kau banyak warna pelangi yang akan mengikuti jalanmu tanpa aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar