Lelah dengan segalanya. Kita membuat
permainan yang aneh. Saat kita muda, kau akan selalu melanggar janji. Dan saat
kau dewasa, kau akan melupakan janji itu. Tembok pun bisa retak seperti cinta.
Melupakanmu seperti sebuah bahaya. Pertarungan yang tak pernah habis. Mimpi
yang terlihat nyata. Penyihir selalu bisa menipumu. Dan kau terlalu bodoh untuk
memahaminya.
Ada saatnya semuanya pergi. Dan ada
saatnya kau mengingat semua kenangan dan berdiam diri di kamarmu. Bumi hanyalah
tempat kekacauan. Kau bisa memperbaikinya suatu saat. Kau bertambah tua dan
kembali takut melewati ujian kelulusan. Kau bisa memainkan senar gitar itu jika
kau panik. Semuanya terlihat menyenangkan, jika kau melihatnya lebih dekat. Dan
semuanya terlihat biasa, jika kau melihatnya lebih dewasa.
Teman kadang hanya sebuah kepalsuan.
Seperti trik sulap, dia akan membuatmu tercengang. Mulut hanyalah tempat semua
omong kosong. Dan kesalahanku adalah aku terlalu percaya pada mulutmu.
Mantra yang membuat kita kehilangan
akal. Ilusi yang kubuat adalah dirimu yang baik. Kau tidak berubah. Aku saja
yang mulai melunturkan ilusiku. Kau tak
salah, dan aku tidaklah benar. Seperti seorang pengacara, kita bisa memutar
balikkan fakta.
Bersikap asing sangatlah mudah. Tapi
kau selalu menjadi lamunanku yang tak pernah usai. Bukan karena merindukanmu,
aku justru ingin mencari bukti bahwa aku tidak salah dalam kasus ini. Jika bisa
kau jelaskan, mungkin kau tak akan memenuhi kepalaku sebanyak ini.
Cinta hanyalah lagu lama yang
menyakitkan. Membuatmu terbang dan mematahkan sayapmu saat kau melayang. Aku
akan menari malam ini. Seperti kau tak pernah mekakukan hal buruk padaku. Dan
besok, aku akan merasa handphone ku berbunyi karena pesanmu.
Sangat membosankan saat aku harus
menunggumu menjelaskan semuanya. Ingatlah tentang kita yang pernah bertengkar!
Percayalah padaku bahwa idolaku lebih baik darimu! Seperti kartu as, kau bisa
mengeluarkannya kapan saja kau mau. Dan kau selalu berpikir aku ada tawananmu
yang menyedihkan. Aku bahkan bisa membuat romansa baru tanpamu.
Karena istana itu sudah hancur. Dan
kupikir kau sudah mati di dalamnya. Aku bisa mencari yang lainnya semudah kau
meninggalkanku. Aku akan merasa bangga saat kepalamu sakit karena ulahku. Aku
akan bernyanyi seperti tak pernah mengenalmu. Aku akan tertawa tanpa
memikirkanmu.
Saat kau mencintai seseorang, kau akan
banyak menangis. Kau akan membiarkan dia kembali dan memberinya kesempatan
setelah dia pergi melukaimu. Tapi karena aku tak suka istilah itu, maka aku tak
harus melakukannya. Jadi berkacalah karena kaulah yang terluka parah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar