Aku
berhenti melakukannya. Aku memutuskan untuk tetap melupakannya. Melangkah kedepan
tanpa melihatmu. Mungkin aku yang bodoh
dan naif ini telah membuatku berada dalam badai. Mungkin aku yang gila dan
obsesif ini telah membuatmu tak nyaman. Atau mungkin aku yang posesif dan
agresif ini telah membuat diriku sendiri ketakutan.
Aku
akan membuka mata dan bangun. Aku takkan buta melihat cahaya palsumu. Masa lalu
akan selalu mengikutimu. Tapi aku akan membawa pedang agar aku bisa
menghancurkannya. Hidup adalah sesuatu yang licik. Jadi aku tak ingin lagi, untuk
terlalu banyak bermain didalamnya. Dan kau adalah lawan yang sangat tangguh. Jadi
aku kalah dalam pertempuran 1 tahun yang lalu.
Aku
bukanlah putri. Dan aku tak memiliki kerajaan. Ini hanyalah sebuah kota kecil
yang di dalamnya tak ada pangeran yang akan menculikku. Aku hanyalah pemimpi
yang gagal. Aku tak terlalu pindaal dalam mengendalikan suatu keadaan. Dan kalimatmu
sungguh begitu kejam untuk menikamku.
Aku
lebih suka lingkungan ini. Pengasingan adalah kata tertepat. Meski tak setenar
milikmu, tapi disini aku bisa bernapas lega. Aku bisa menghirup udara kebebaan.
Dan aku merasa tak perlu mengenal cinta atau semacamnya. Berteman dengan yang
lain dan berteman dengan diriku sendiri.
Aku
akan lebih memikirkan diriku. Lebih mencintai diriku. Dan lebih mengikuti kata
hatiku. Gadis sempurna itu telah pergi. Aku takkan tenggelam disini karena aku
belajar cara untuk berenang.
Takkan
ada suara panah yang mungkin akan membuatku terluka. Takkan ada peluru yang
mungkin akan menembakku diam-diam. Takkan ada perang merebut kekuasaan. Aku bisa
bermain dan belajar tentang kesederhanaan. Aku akan melupakan diriku yang dulu.
Entah seberapa jauh aku berubah. Setidaknya tidak akan ada kesombongan di
langit ini.
Karena aku tak ingin bertarung. Aku lebih
menyukai kedamaian. Dan itu bukan satu-satunya jalan. Akan kutaruh semuanya
pada ruangan berdebu ini. Dan akan kukunci setiap selanya dengan bekas luka
yang menyayatku. Aku akan tertawa tanpa harus menahan sakit. Aku bisa bahagia
tanpamu dan tanpa gelar itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar