Kupahami segalanya. Dan mungkin inilah jawabannya. Kulihat pesan mengerikan itu. Entah itu petunjuk atau sebuah kenyataan pahit yang harusnya kuterima. Gadis itu menceritakan padaku bahwa dia menyukaimu. Tak ingin terlalu terkejut dengan semua ini. Dia suka hidungmu dan segala hal tentang mu. Dia terpesona saat kau terjatuh dengan sangat menawan di pertandingan futsal itu. Dan dia ceritakan betapa para gadis terpesona akan ketampananmu yang menurutku tidaklah seperti itu.
Kuhampiri gadis itu dikelasnya, lalu dia ceritakan betapa ia mengagumimu. Jadi ku perolok-olok dia sambil menutupi harga diriku yang terluka. Dan kupaksa dia untuk ke kelasku. Ku katakan padanya aku siap untuk menjadi perantara. Lalu aku berlari keluar kelas dan mengatakan nama panjang pria itu padanya.
Dan setelah hari itu, dia ceritakan segalanya padaku. Dia ceritakan bahwa pria itu sedang ada di dalam kelasnya. Dan dia ceritakan pula betapa dia tak bisa bernapas karena seruang dengan pria itu. Dia katakan bahwa dia berpapasan dengan pria itu dan melewati pintu yang sama untuk beberapa saat.
Dan aku merasa ini lucu. Belum satu jam kupastikan bahwa ini adalah perasaan suka, masalah yang lain datang. Mungkin ini jawaban bahwa dia bukanlah si tulang rusuk itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar