Jumat, 12 Desember 2014

Berhentilah Bersikap Seperti Preman!


Bahkan saat memikirkannya aku sangat marah. Aku berpikir hal terburuk akan terjadi. Membuatku memejamkan mata dengan kasar dengan mengepalkan tangan ini. Berpikir untuk tidak pergi, tapi sesuatu telah mengharuskanku.

Aku tak merindukan apapun yang ada disana. Apa yang bisa kurindukan dari sebuah neraka? Aku membencinya sampai aku harus mengasingkan diri. Mungkin, aku harus mengulang kenangan itu lagi saat aku disana. Melihat semua kesakita di segala penjuru. Ini seperti pil pahit yang harus kutelan. Aku tak bisa bernapas disana. Mereka menyerang hidung dan mulutku kalimat terkejam.

Aku bisa merasakan auranya dan itu ada kondisi terburukku. Aku tak bisa melupakan dan memaafkannya. Terlalu sederhana jika kau tak terkena karma. Sangat menyedihkan jika aku harus mengelupas kembali lapisan-lapisan masa lalu. Cahaya palsumu sungguh mengerikan. Kakimu bahkan akan selalu menjegalku.

katakan pada mereka bahwa aku curang. Tapi lihatlah dirimu yang lebih curang dari kelihatannya. Katakan padanya bahwa aku tak pantas. Kau bisa membuatnya tampak seperti permainan. Tapi kali aku takkan memberimu ampun. Jika aku kalah, kau pun harus kalah. Jangan pasang senyum munafik mu itu! Akan ada saatnya kau harus berlutut

Kulit wajah yang seperti hantu. Kacamata yang menggelikan. Dan rambut keriting seperti mie. Apa kau pikir kau cantik? Apa kalimatmu adalah sebuah jaminan agar kau terkenal? Tapi apa kau tak pernah diajarkan untuk bermain secara sehat di lapangan? Kau selalu curang dan menutupinya dengan mulut busukmu itu.

Gadis gila, enyahlah kau dari bumi ini! Kau hanya akan membuat orang lain terluka. Dan apa kau tak takut dengan caraku membalasmu? Jaga kesehatanmu, karena aku akan membuatmu sakit. Di masa lalu ataupun masa depan, kau tetaplah pecundang! Jangan terlalu sombong dan melewati batasmu! Apa kau pikir dunia akan selalu berpihak pada orang sepertimu?

Dengarkan ini, agar kau mengerti. Lihatlah! Kau hanyalah sampah yang tak sengaja tertumpah parfum. Ingatlah! Sampah hanyalah sampah. Dan untuk sampah sepertimu, aku tak yakin itu akan berguna seperti yang lain. Jangan berpikir aku tak pantas untuk pria itu. Karena kau lebih tak pantas untuk pria manapun. Gadis jalang, kau selalu berpikir bahwa kaulah satu-satunya trend. Kau tak pernah berpikir bahwa kau hanyalah parasit yang tak diijinkan untuk masuk di pesta ini. Lihatlah dirimu

Kau kembali seperti mimpi buruk. Setahun berlalu dan tingkahmu berubah menjadi lebih manis padaku. Tapi aku merasa, kau begitu bukan karena kau sadar. Jangan mendekatiku sebagai teman, karena kau sungguh tak layak! Jangan kau kira aku akan diam atas penindasanmu. Aku bahkan bisa membakarmu dalam keadaan hidup di tengah hujan ini.

Lihatlah dirimu yangtak  memiliki kemampuan! Apa ibumu tak pernah mengajarkanmu? Owh.. kau adalah anak terlantar. Katakan pada ibumu jangan terlalu mengejar uang. Sekali-kali kejarlah anaknya yang nakal dan kurung dia di gudang pembuangan. Aku bahkan bisa merebutku kekasihmu jika aku mau. Gigimu yang dipenuhi pagar, kupikir bisa membuatmu berhenti bicara. Tapi kau sungguh kekanak-kanakan. Kau tak mendapatkan perhatian di rumah jadi kau melampiaskan di sekolah. Tapi ingatlah, aku bisa lebih kejam darimu! Jika kau pikir teman brengsekmu itu akan selalu mendukungmu, maka kau salah besar. Aku bahkan merasa mereka tak serius menganggap mu seperti itu. Berhentilah bersikap seperti preman, karena aku bisa menuntutmu! Tak ada yang baik-baik saja untukmu, gadis penghibur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar