Kau jatuhkan aku lagi. Membuatku merasa tak berguna. Menyalahkanku kembali.
Menjadikanku lelucon di pagi hari.
Aku tidaklah tegar. Perasaanku sangatlah rapuh. Sedikit kata-kata kasarmu dapat membuatku menangis. Aku tidak tahu seperti apa diriku yang sebenarnya. Mencoba mencari jati diri untuk menjadikannya pedoman teguh.
Kau tidak tahu bagaimana aku menangis sepanjang hari dalam diam. Menatap kosong pohon itu dan pikiranku melayang. Dulu aku selalu berusaha untuk tertawa walaupun itu sulit. Tapi saat aku mulai melakukannya dan terbiasa, kau sandung kakiku lagi. Membuat segala harapan yang ada digenggamanku pergi bersama angin.
Aku menangis lagi malam ini. Kalian terlalu arogan untuk bisa kumengerti. Mungkin cara tertawaku membuatmu muak. Atau mungkin kau masih belum mengerti bagaimana gadis 15 tahun ini mencoba menutupi lukanya.
Ada beberapa hal yang tak bisa kau katakan dengan benar. Kau kembali menyayat hatiku yang belum sembuh. Membuatku tak selera makan dan memilih berdiam dikamar.
Kutulis semua ini meski tak kau tahu. Aku tidak bisa sepenuhnya baik-baik saja. Kau tahu setiap hari kita bertambah tua. Tapi kau selalu melihat orang dari apa yang kau lihat.
Kau tak pernah berniat memberi orang lain kesempatan. Kau berpegang pada tiang keegoisanmu yang hari demi hari semakin tinggi dan besar. Siapa kau bukanlah apa yang telah kau perbuat.
Kutahu, dunia penuh dengan kritikan. Tapi kata-katamu selalu tak biasa. Melukai orang lain adalah kegemaranmu. Mengancam orang lain adalah kebahagiaanmu.
Malam ini kau hidup kembali. Menulis dipapanmu yang penuh dengan kehampaan. Melihat bukumu seperti kau lihat masa lalumu. Kau masih tumbuh hingga saat ini. Tapi kau tak pernah tahu cara untuk mengatakan sesuatu tanpa melukai orang lain
Tingkahmu yang kekanak-kanakan. Kau tahu, masih belum terlambat untuk memperbaikinya. Kehilangan kendalimu dan kuharap kau tahu janganlah menjadi monster. Kerutan di wajahmu akan semakin banyak. Rambutmu akan dipenuhi warna putih. Kau tak perlu memukul meja yang tak salah apapun. Berpikirlah dan renungkanlah!!
Aku tidaklah tegar. Perasaanku sangatlah rapuh. Sedikit kata-kata kasarmu dapat membuatku menangis. Aku tidak tahu seperti apa diriku yang sebenarnya. Mencoba mencari jati diri untuk menjadikannya pedoman teguh.
Kau tidak tahu bagaimana aku menangis sepanjang hari dalam diam. Menatap kosong pohon itu dan pikiranku melayang. Dulu aku selalu berusaha untuk tertawa walaupun itu sulit. Tapi saat aku mulai melakukannya dan terbiasa, kau sandung kakiku lagi. Membuat segala harapan yang ada digenggamanku pergi bersama angin.
Aku menangis lagi malam ini. Kalian terlalu arogan untuk bisa kumengerti. Mungkin cara tertawaku membuatmu muak. Atau mungkin kau masih belum mengerti bagaimana gadis 15 tahun ini mencoba menutupi lukanya.
Ada beberapa hal yang tak bisa kau katakan dengan benar. Kau kembali menyayat hatiku yang belum sembuh. Membuatku tak selera makan dan memilih berdiam dikamar.
Kutulis semua ini meski tak kau tahu. Aku tidak bisa sepenuhnya baik-baik saja. Kau tahu setiap hari kita bertambah tua. Tapi kau selalu melihat orang dari apa yang kau lihat.
Kau tak pernah berniat memberi orang lain kesempatan. Kau berpegang pada tiang keegoisanmu yang hari demi hari semakin tinggi dan besar. Siapa kau bukanlah apa yang telah kau perbuat.
Kutahu, dunia penuh dengan kritikan. Tapi kata-katamu selalu tak biasa. Melukai orang lain adalah kegemaranmu. Mengancam orang lain adalah kebahagiaanmu.
Malam ini kau hidup kembali. Menulis dipapanmu yang penuh dengan kehampaan. Melihat bukumu seperti kau lihat masa lalumu. Kau masih tumbuh hingga saat ini. Tapi kau tak pernah tahu cara untuk mengatakan sesuatu tanpa melukai orang lain
Tingkahmu yang kekanak-kanakan. Kau tahu, masih belum terlambat untuk memperbaikinya. Kehilangan kendalimu dan kuharap kau tahu janganlah menjadi monster. Kerutan di wajahmu akan semakin banyak. Rambutmu akan dipenuhi warna putih. Kau tak perlu memukul meja yang tak salah apapun. Berpikirlah dan renungkanlah!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar